Breaking News:

Advertorial

Didukung PT Timah, Hatinya PKK Kelurahan Sri Menanti Kembangkan Eco Village

PT Timah Tbk melalui CSR bidang Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) turut mendukung pengembangan kawasan Eco Village

Ist
PT Timah Tbk melalui CSR bidang Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) turut mendukung pengembangan kawasan Eco Village di Halaman Asri Tertatur Indah dan Nyaman (Hatinya) PKK Kelurahan Sri Menanti, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- PT Timah Tbk melalui CSR bidang Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) turut mendukung pengembangan kawasan Eco Village di Halaman Asri Tertatur Indah dan Nyaman (Hatinya) PKK Kelurahan Sri Menanti, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.

PKK Kelurahan Sri Menanti berhasil meraih peringkat tiga nasional dalam katagori pemanfaatan halaman pekarangan Hatinya PKK tahun 2020.

Sejak tahun 2019, PT Timah hadir untuk mendukung program PKK Kelurahan Sri Menanti baik bantuan materil maupun non materil yang dilakukan dalam beberapa tahapan. Hingga saat ini program PPM PT Timah bersama PKK Kelurahan Sri Menanti tetap dilaksanakan.

PT Timah Tbk melalui CSR bidang Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) turut mendukung pengembangan kawasan Eco Village di Halaman Asri Tertatur Indah dan Nyaman (Hatinya) PKK Kelurahan Sri Menanti, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka.
PT Timah Tbk melalui CSR bidang Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) turut mendukung pengembangan kawasan Eco Village di Halaman Asri Tertatur Indah dan Nyaman (Hatinya) PKK Kelurahan Sri Menanti, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka. (Ist)

Wakil Ketua PKK Kecamatan Sungailat, Sri Widayanti mengatakan, kegiatan pengembangan kawasan eco village Hatinya PKK ini dimulai sejak 2018 silam, terus dikembangkan hingga saat ini dengan melakukan beberapa program.

“PT Timah masuk mulai 2019-2020 dan sampai saat ini masih berproses. Kita ada beberapa tahapan kontrak dengan PT Timah. Saat ini sudah jalan tahap 1 dan 2, totalnya ada lima tahapan. Awalnya kita mengajukan proposal ke PT Timah dan akhirnya disetujui,” katanya.

Menurutnya, dari dua tahapan yang dilaksanakan, pada tahap pertama untuk membangun infrastruktur seperti fokus ke rak-rak tanaman, taman vertikal, renovasi lokasi pot pengecetan jalan dan lainnya.

“Ada bantuan uangnya, kami juga diberikan pelatihan pengolahan sampah dan pemanfaatan limbah rumah tangga untuk tanaman kayak buat pot dari sampah plastik dan ini kita manfaatkan untuk tanaman obat,” katanya.

Menurutnya, masyarakat juga sudah mandiri dengan mengelola tanaman obat keluarga (toga) yang dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga saat batuk pilek warga tidak perlu lagi membeli obat tapi memanfaatkan toga yang ada, karena setiap rumah sudah memiliki tanaman toga.

Partisipasi warga juga aktif untuk mengembangkan kawasan ini, terutama untuk memanfaatkan halaman rumah. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan sudah bisa dijual.

“Pengembangan eco village bekerjasama dengan PT Timah, kita sering dapat dapat kunjungan. Kedepannya, kita bisa bikin paket edukasi kita ajarin bikin pot dari pengolahan sampah, bikin pupuk dari sampah oragnik rumah tangga. Kita berharap PT Timah masih terus mendukung kita untuk menyelesaikan lima tahapan itu dan kita berharap akan muncul eco village baru. Semoga PT Timah tetap jaya, sukses dan selalu berperan serta terus peduli kepada masyarakat,” harapnya.

Senada, Sekretaris Camat Sungailiat, Ramzi mengatakan untuk mengembangkan kawasan ini memang butuh biaya yang tidak sedikit. Semula ini hanya dilakukan secara swadaya, namun semakin banyak yang ingin dikembangkan maka membutuhkan biaya pula.

“Kita dengar PT Timah punya program PPM ini dan kita ajukan proposal untuk mengembangkan ini. Ternyata direspon dan ini dilaksanakan dalam dalam lima tahapan, yang sudah berjalan baru dua tahapan,” ujarnya.

Menurutnya, eco village ini tidak hanya dilakukan oleh ibu-ibu saja tapi juga bapak-bapak. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak dan sinergisitas dari berbagai pihak. Sebelumnya, PKK Sri Menanti ini mengikuti berbagai tahapan lomba yang dimulai dari tingkat kecamatan hingga tingkat nasional mewakili Provinsi Bangka Belitung.

“Jadi ecovillage satu kawasan bisa memenuhi kebutuhan dasar dalam hal ini pangan seperti cabai, sayur mayur lainnya, toga, sayur-sayuran dan kebutuhan hewani seperti bebek, da ayam, ikan dan burung puyuh. Memanfaatkan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tutupnya.

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved