Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Hanya Rp40 Ribu Tes Covid-19 di Bandara Pakai GeNose, Bandara Depati Amir Masih Persiapan

Mulai 1 April 2021 ini, hasil tes GeNose akan jadi syarat bagi seluruh moda transportasi sebagai alternatif skrining kesehatan pelaku perjalanan.

bangkapos.com
Kapolda Babel, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, saat mengetes GeNose saat menghadiri kejuaran Taekwondo Championship 2021 antar unit se-Babel, Kamis (11/3/2021) malam di Gor Sahabudin, peserta yang ikut dites dengan GeNose. (Bangkapos.com/Riki Pratama) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Mulai 1 April 2021 ini, hasil tes GeNose akan diperluas untuk syarat bagi seluruh moda transportasi sebagai alternatif skrining kesehatan pelaku perjalanan.

Hal ini diatur dalam Surat Edaran (SE) nomor 12 tahun 2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri dalam masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Executive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Depati Amir (BDA) Pangkalpinang, Muhammad Syahril sangat mendukung kebijakan pemberlakuan tes GeNose untuk syarat penerbangan nanti, karena dinilai akan memberikan banyak pilihan bagi pelaku perjalanan.

Pihak Bandara Depati Amir Pangkalpinang dalam persiapan pemberlakukan itu akan berencana menyiapkan tempat pemeriksaan GeNose.

"Untuk GeNose kita sudah berencana menyiapkan tempat pemeriksaan, cuma belum ada alat GeNose di bandara Depati Amir. Kalau kita menyambut itu sebatas menyiapkan tempat terlebih dulu, kita mau lihat dulu fasilitas kesehatan seperti apa, menunggu SOP dari KKP, nanti kita sesuaikan," ujar Syahril, Senin (29/3/2021).

Ia menyebutkan baru dua bandara yang dikelola PT Angkasa Pura yang akan diuji cobakan per tanggal 1 April 2021 yakni di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.

"Kedepannya nanti kita juga pakai ini sesuai dengan SE dibolehkan. Kalau di Palembang saya lihat bayarnya nanti Rp40 Ribu, sama dengan di Bandung.

Mekanismenya nanti ada bilik untuk menghembus itu, hasilnya 10 sampai 15 menit. Kalau GeNose ada syaratnya harus puasa sebelum 30 menit pemeriksaannya, ini nanti yang perlu disosialisasikan," jelas Syahril.

Walaupun hasil pemeriksaan negatif GeNose sudah bisa menjadi syarat penerbangan, rapid test antigen sendiri yang digunakan saat ini tetap masih bisa menjadi syarat penerbangan.

"Masih rapid test antigen, jadi kalau tidak sempat puasa, buru-buru bisa memakai rapid test antigen, jadi GeNose itu pilihannya, kemungkinan besar nanti orang bakal pilih GeNose kalau sudah lancar, sebab saat ini masih ngantri alatnya. Targetnya nanti seluruh bandara AP II diterapkan," kata Syahril.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved