Breaking News:

Berita Pangkalpinang

IDI Babel Sarankan GeNose Dipertimbangkan untuk Skrining di Tempat Keramaian

Sebanyak dua GeNose yang bisa mendeteksi virus corona ini baru digunakan untuk tamu dan pegawai di kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Bangkapos.com/Riki Pratama
Alat pendeteksi virus corona bernama GeNose C-19, yang dibuat oleh para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dilakukan uji coba terhadap pekerja di rumdin gubernur, pada Sabtu (6/3/2021) siang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - GeNose C-19 yang dapat mendeteksi virus corona dibuat oleh para ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini telah didatangkan Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman pada Sabtu (6/3/2021) lalu.

Namun, saat ini, sebanyak dua GeNose yang bisa mendeteksi virus corona ini baru digunakan untuk tamu dan pegawai di kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung.

Serta pada event kejuaran Taekwondo Championship 2021 antar unit se-Babel, pada Kamis (11/3/2021) lalu, di GOR Sahabudin.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Bangka Belitung sekaligus Dokter Spesialis Ahli Bedah, dr Adi Sucipto, Sp B menyarankan, GeNose ini dapat dipertimbangkan untuk skrining publik di tempat keramaian atau sata kegiatan yang berpotensi ada kerumunan.

"Mungkin terbentur dengan PCR dan swab antigen dari segi biaya lebih besar, mungkin GeNose bisa dipertimbangkan untuk skrining, tetapi yang sudah bergejala saya sarankan PCR dan swab antigen," ujar dr Adi, Senin (29/3/2021).

Lebih lanjut, ia menyebutkan pemakaian skrining bisa dilakukan pada suatu daerah yang ingin dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, bahkan tempat kerumunan seperti pasar.

"Mungkin GeNose ini juga bisa jadi solusi saat skrining, karena orang mungkin risih juga saat dicolok (swab), kedua juga hasilnya tidak lama, jadi memungkinan juga untuk publik, di keramaian atau acara jadi harus lewati GeNose dulu biar bisa ikut acara tersebut," saran dr Adi.

Namun, ia menjelaskan sampai saat ini GeNose masih belum ditetapkan sebagai alat yang dapat menentukan seseorang terpapar Covid-19 (diagnostik).

"Standar untuk diagnostik (menentukan orang terpapar Covid-19) masih tetap pakai PCR, swab antigen bisa dipertimbangkan. Untuk GeNose ini karena ini produk baru, memang sudah disetujui pemerintah bahasanya, tetapi masih belum untuk diagnostik," kata dr Adi.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved