Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kajati Babel Mengaku Prihatin Dengar Keluhan Penambang TI Tungau Sukadamai Toboali

Kepala Kejati Bangka Belitung, I Made Suarnawan mengaku prihatin mendengar keluhan para penambang TI Tungau, di perairan Sukadamai, Toboali,

Bangka Pos/Anthoni Ramli
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung, I Made Suarnawan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bangka Belitung, I Made Suarnawan mengaku prihatin mendengar keluhan para penambang TI Tungau, di perairan Sukadamai, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

Suarnawan mengaku iba setelah usai mendengarkan paparan seorang perwakilan warga Hidayat Tukijan, yang menyebut setelah ditertibkannya TI Tungau, uang Rp 10.000 menjadi sangat berarti.

"Kami Prihatin mendengar apa yang bapak ibu sampaikan tadi. Dengan situasi dan keadaan ekonomi seperti ini kami sepakat untuk membantu bapak ibu mencarikan solusi yang terbaik, namun semua itu butuh proses," ujar I Made Suarnawan, Senin (29/3/2021).

"Semua ada prosesnya sehingga bapak ibu harus bersabar menunggu apa yang disampaikan pak gubernur, pak kapolda maupun dari perwakilan PT Timah tadi," tambahnya.

Banyaknya jumlah penambang TI Tungau, membuat I Made menyarankan adanya penataan dan legalitas sebagaimana yang disampaikan Gubernur dan Kapolda, sehingga tidak ada penyimpangan yang menimbulkan resiko hukum di kemudian hari.

"Tadi saya lihat di video ini eh penambang yang istilahnya TI, terlalu banyak. Makanya perlu dikoordinir, seperti yang disampaikan pak Gubernur dan Kapolda tadi," bebernya.

"Sehingga semua tertata rapi sehingga pelaksanaannya akan teratur dan terkendali dan terarah sehingga tidak ada penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh warga masyarakat sehingga akan menimbulkan resiko hukum untuk ke depannya. Saya tidak mau seperti itu, karena saya posisinya di tengah-tengah.

Sebelumnya seorang perwakilan masyarakat Hidayat Tukijan, menyebut rasa prihatinya pascapenutupan TI Tungau di perairan Sukadamai Toboali. Hal tersebut disampaikan Hidayat Tukijan di hadapan Gubernur Babel dan peserta audensi lainnya.

"Pasca ditutup kemarin, ada kawan datang ke rumah saya, dia bilang bang cemane (bagaimana) nasib kita selanjutnya ini, saya bilang tidak tahu, pas mau pulang dia bilang bang minta uang sepuluh ribu, artinya apa bagi mereka uang sepuluh ribu ini sangat berarti," kata Hidayat Tukijan seorang warga yang mendukung beroperasinya TI Tungau, Selasa (29/3/2021).

(Bangkapos.com / Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved