Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Mulai 1 April, Hasil Tes GeNose Diberlakukan Semua Transportasi

Mikron Antariksa, mengatakan, ini berlaku untuk semua moda transportasi, melalui jalur darat, jalan, perkeretaapian

Bangkapos/Riki Pratama
Gubernur Babel Erzaldi Rosman, bersama jajaranya menggunakan GeNose di kantor gubernur, beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menerbitkan Surat Edaran (SE) nomor 12 tahun 2021 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri dalam masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Mulai 1 April edaran terbaru Satgas Covid-19 tentang Perjalanan Dalam Negeri diberlakukan, dalam SE tersebut disebutkan hasil tes GeNose akan diperluas untuk seluruh moda transportasi sebagai alternatif skrining kesehatan pelaku perjalanan orang dalam negeri.

Sekretaris, Percepatan, Penanganan, Satgas Covid-19, Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan, ini berlaku untuk semua moda transportasi, melalui jalur darat, jalan, perkeretaapian, laut, sungai, danau, penyeberangan, dan udara.

"Dulu syarat perjalanan dapat menggunakan antigen antigen, PCR dan sekarang ditambah GeNose. Jadi tergantung penumpang untuk memilih itu langsung berlaku mulai 1 April ini. Nanti yang menyediakan GeNose dari pihak bandara, atau dari Kimia Farma atau lainya bukan pemerintah," jelas Mikron Antariksa kepada wartawan, Senin (29/3/2021).

Mikron, menjelaskan GeNose berlaku untuk penumpang disemua moda tranportasi, hasil tes berlaku selama 2 kali 24 jam.

"Dalam artinya dengan adanya variasi tes ini pertama sekali karena GeNose lebih murah, biayanya sekitar Rp 20 ribu, dibandingjan dengan alat tes lainya, tentunya bisa membantu dalam hal biaya," ujarnya.

Ia menjelaskan untuk penerapan di lapangan nantinya, akan dilakukan oleh  Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melakukan penanganan apabila terdapat penumoang positif dari hasil GeNose.

"Apabila ada positif seperti apa yang jelas setelah di GeNose memiliki SOPnya mau dikemanakan, nanti di KKP melakukan pelaksanaan lebih lanjut. Kita akan melakukan rapat koordinasi dalam rangka, terkait adanya kebijakan baru ini dan juga larangan mudik,"katanya.

Ia menegaskan, ruang lingkup surat earan ini adalah protokol kesehatan terhadap Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) yang menggunakan seluruh moda transportasi di seluruh Indonesia.

"GeNose ini disediakan oleh penyedia bukan pemerintah daerah. GeNose yang ada di Pemprov bukan untuk itu, tetapi untuk melakukan screning pelaksanaan kegiatan di lapangan,"jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved