Breaking News:

Pandemi Covid-19, Kosan Jamaludin Satu Tahun Tak Ada Penghuni

Kosan di gang Putri Desa Balunijuk dengan cat hijau muda kini mulai memudar. Halaman rumah mulai dihiasi rumput-rumput dan sampah.

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kosan di gang Putri Desa Balunijuk dengan cat hijau muda kini mulai memudar. Halaman rumah mulai dihiasi rumput-rumput dan sampah.

Kini kos-kosan satu petak yang terdapat 5 kamar tidur itu yang dua di antaranya di dalam tampak sepi tak ada penguni.

Hal itu lantaran sudah satu tahun lamanya tak berpenghuni oleh mahasiswa karena pandemi Covid-19 banyak kuliah secara online.

Pengelola kos-kosan, Jamaludin (51) nampaknya meratapi akibat tak ada kemasukan dari tarif kos-kosan.

Akibat itu, dirinya bersama keluarganya berkeinginan untuk menjual kosan 5 pintu karena tak ada kemasukan dan saat ini aktifitas kuliah pun mereka belum tahu.

"Iya rencananya mau dijual karena sepi tidak ada kemasukan. Mau dijual satu petak 5 pintu seharga Rp200 juta dan satunya satu petak 3 pintu Rp175 juta," kata dia kepada Bangkapos.com, Senin (29/3/2021).

Terpisah, Kos Graha yang berada di Desa Balunijuk di depan rumah makan Pakcik berdasarkan pantauan Bangkapos.com terlihat cukup ramai penghuni,

dimana motor berjejeran di depan kosan yang terdiri dari 50 kamar.

Kosan yang memiliki panjang kurang lebih 6 meter yang saling berhadapan itu terdengar riuh para mahasiswa yang bermain game dan bercengkrama sesama temannya.

Pemilik Kos-kosan Graha, Yuliana Tohir mengungkapkan bahwa di tempatnya dari 50 kosan atau kamar yang ia miliki tingkat hunian mencapai 50 persen.

"Jumlah kost yang ada 50 kamar dan tingkat hunian hanya 50 persen," kata Yuliana kepada Bangkapos.com, Senin (29/3/2021).

Tarif per bulan muali dari Rp500 ribu sampai dengan Rp 1 juta. (Bangkapos.com / Widodo)

Penulis: Widodo
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved