Berita Pangkalpinang
Simulasi Belajar Tatap Muka Berjalan Baik, Kadindik Optimis New Normal Terlaksana Semester Depan
Kata Eddy, ia tetap optimis pembelajaran tatap muka sesungguhnya akan bisa dilaksanakan pada semester depan pada bulan Juli.
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Eddy Supriadi menyebutkan, sudah sejak satu bulan terakhir beberapa sekolah TK/Paud, SD, dan SMP di Kota Pangkalpinang melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka dan hingga kini berjalan dengan baik.
Dengan demikian kata Eddy, ia tetap optimis pembelajaran tatap muka sesungguhnya akan bisa dilaksanakan pada semester depan pada bulan Juli.
"Selama kita berjalan ini Alhamdulillah kondusif tidak ada hambatan apapun, mudah-mudahan ini awal yang baik untuk peserta didik kita, bagi orang tua, bagi dunia pendidikan yang kita awali dengan simulasi pelajaran tatap muka," kata Eddy kepada Bangkapos.com, Senin (29/3/2021).
Diakuinya, inilah hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh peserta didik dan semua orang tua. Dengan demikian inilah upaya pemerintah untuk mengembalikan kembali anak-anak ke sekolah.
"Ada yang sudah bosen di rumah, dengan pembelajaran tatap muka walaupun hanya simulasi nanti akan menjadi awal yang baik untuk kita. Simulasi, transisi, dan new normal tatap muka, kita tetap optimis inshaAllah tahun ajaran baru tatap muka new normal," ujarnya.
Pembelajaran tatap muka new normal bisa terlaksana setelah melewati tahap simulasi dan transisi nantinya.
"Kan sekarang sudah berjalan baik semoga seterusnya seperti ini, setelah itu kita naik ke transisi baru new normal. Kalau simulasi ini bisa kita lalui dengan baik inshaAllah kedepannya tetap lancar, hingga tatap muka bisa kita laksanakan pula nantinya," sebutnya.
Eddy mengatakan, guru dan tenaga pendidik juga hingga saat ini terus melakukan proses vaksinasi guna mendukung terlaksananya kegiatan belajar tatap muka dengan baik.
Menurutnya, simulasi ini memang percobaan pelaksanaan pembelajaran tatap muka, jadi wajar saja tak semua kelas langsung dilaksanakan. Lebih mengutamakan kelas tingkat akhir sebab akan melaksanakan ujian nantinya.
"Inikan memang simulasi kita evaluasi kembali nanti, jadi bertahap tidak langsung kita laksanakan nanti pelajarnya terkejut dengan sistem perubahan ini. Jadi makanya kita laksanakan dengan beberapa tingkatan dari simulasi, kalau baik naik ke transisi, dan ketika benar-benar menghadapi new normalnya kita sudah benar-benar siap semuanya," jelas Eddy.
Kata Eddy, ini merupakan upaya yang baik dari dunia pendidikan menghadapi situasi dimasa covid-19.
"Jadi kalau simulasi sudah bagus, sudah kita evaluasi, lambat laun bisa kita adakan tatap muka secara resmi semuanya. Ini upaya yang baik sangat positif di dunia pendidikan dalam menghadapi situasi covid-19 yang kita tidak tau berakhir sampai kapan ini," sebutnya.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20210318-eddy.jpg)