Breaking News:

Pengepungan Madinah 1915, Warga Madinah Dipaksa Pindah ke Negara Lain oleh Jenderal Ottoman Turki

“Kami berdoa untuk jiwa mereka yang terhilang, dan kami memohon kepada Yang Mahakuasa untuk memberikan mereka peristirahatan yang kekal,” . . .

Pierre Perrin/ Sygma
Pengepungan Madinah 1915, Warga Madinah Dipaksa Pindah ke Negara Lain oleh Jenderal Ottoman Turki__ Tentara Faisal I Irak datang ke Yenbo (alias Yanbu), di Provinsi Al Madinah saat ini di bagian barat Arab Saudi, selama Pemberontakan Arab melawan kekuasaan Ottoman Turki pada Desember 1916. 

BANGKAPOS.COM, MADINAH -- Pengepungan Madinah 1915, Warga Madinah Dipaksa Pindah ke Negara Lain oleh Jenderal Ottoman Turki

Sejarah menceritakan tentang pertahanan heroik Fakhri Pasha atas kota itu dalam Pengepungan Madinah, Arab Saudi pada 1918.

Terutama menangkis serangan berulang kali pejuang Arab yang didukung Inggris dari Hussein bin Ali Sharif dari Mekkah.

Namun, dalam buku-buku sejarah lebih memilih untuk mengabaikan apa yang terjadi pada tahun 1915 atau sebelum pengepungan Madinah.

Dilansir ArabNews, Minggu (28/3/2021), Jenderal Ottoman, Fakhri Pasha memaksa penduduk Madinah naik kereta dan mengirim mereka ke utara Suriah, Turki, Balkan, dan Kaukasus saat ini

"Kejahatan Seferberlik berupaya mengubah Madinah menjadi pos terdepan militer turki," kata Al-Saeed kepada Arab News dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

Baca juga: Lukman dan YSR, Pasutri Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Dimakamkan Dalam Satu Liang di Maros

Bacaan Doa dan Dzikir Setelah Sholat Isya Dilengkapi Latin, Arab dan Artinya

" Turki mencoba untuk memisahkan kota dari lingkungan Arabnya dan mencaplok ke Kekaisaran Ottoman untuk membenarkan apa yang tersisa dari dunia Arab," ujarnya.

Dia mengatakan sejarah tidak boleh melupakan apa yang terjadi di Madinah.

Terutama sedikit sumber sejarah yang mendokumentasikan peristiwa tersebut ada di arsip Ottoman, Inggris dan Prancis.

“Apalagi sumber informasinya sangat terbatas dan cucu mereka yang berada di Madinah saat itu tidak memiliki banyak dokumen," ujarnya.

"Banyak penduduk kota Madinah yang mengungsi," ungkapnya.

"Banyak juga dari mereka tidak kembali lagi, ”kata Al-Saeed.

Baca juga: Oknum Polwan Selingkuh, Ngamar Bareng Senior di Kamar Hotel Keciduk Suami, Pakai Celana Robek-robek

Berbicara kepada Arab News pada tahun 2019 tentang pengalaman pengungsian orang-orang Armenia, Joseph Kechichian, rekan senior di Pusat Penelitian dan Studi Islam King Faisal di Riyadh, mengatakan:

“Nenek dari pihak ayah saya sendiri termasuk di antara para korban."

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved