Breaking News:

Berita Kriminal

Simpan 4.310 Butir Tramadol HCl di Rumah, IRT di Toboali Dibekuk Polisi

Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Selatan meringkus seorang IRT berinisial SA (37) lantaran diduga memiliki dan menjual Tramadol Hcl.

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: El Tjandring
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Kabag Ops Polres Bangka Selatan didampingi oleh Kasat Narkoba Polres Bangka Selatan bersama dengan barang bukti yang berhasil diamankan, Selasa (30/03/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Selatan meringkus seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial SA (37) lantaran diduga memiliki dan menjual Tramadol Hcl, Selasa (30/3/2021).

Dari SA, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 4.310 butir Tramadol HCl yang disembunyikannya di kediamannya di bilangan Bukit Permai Toboali.

Kabag Ops Polres Bangka Selatan, AKP Surtan Sitorus yang didampingi oleh Kasat Narkotiba Polres Bangka Selatan, AKP Yandrie C. Akip menyatakan SA diamankan Selasa (30/3/2021) siang.

"SA kami amankan lantaran di kediamannya ditemukan ribuan butir Tramadol HCl yang tak memiliki izin resmi dan ilegal diperjualbelikan," ujar AKP Sitorus.

Setelah mengamankan SA, AKP Sitorus menyatakan pihaknya melakukan pengembangan mengenai asal usul barang haram ini.

Dalam kejadian ini, satu warga Toboali dengan inisial AR ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) lantaran diduga sebagai rekanan SA.

SA lanjut AKP Sitorus disangkakan dengan Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara.

Saat diwawancarai, SA mengatakan ribuan Tramadol HCl yang ada di rumahnya bukanlah miliknya, namun hanya titipan dari tetangganya yang berinisial AR.

IRT Bernisial SA (37) setelah diamankan di Polres Bangka Selatan.
IRT Bernisial SA (37) setelah diamankan di Polres Bangka Selatan. ((Bangka Pos/Jhoni Kurniawan))

"Bukan punya saya namun punya tetangga (AR -red) yang dititipkan ke rumah saya," ujar SA.

Saat dikonfirmasi kembali SA mengakui jika barang haram ini bukan miliknya namun dititipkan di rumahnya sejak kurang lebih tiga bulan lalu.

Namun demikian, dirinya mengakui pernah melayani pembeli barang haram ini karena barang tersebut (Tramadol -red) ada di kediamannya.

(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved