Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tiga Sektor Unggulan Bangka Belitung Ini Masih Tumbuh Positif di Tengah Pandemi

Ada tiga sektor unggulan Bangka Belitung yang masih mengalami pertumbuhan positif di tengah pandemi Covid-19

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Bangka Belitung, Fahma Sari Fatma dan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Bangka Belitung sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi, Dr Nizwan Zukhri saat agenda Diseminasi Kajian Fiskal Regional Tahun 2020 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Berdasarkan buletin Cual Babel (Cerita Seputaran Fiskal Bangka Belitung) tercatat ada tiga sektor unggulan Bangka Belitung yang masih mengalami pertumbuhan positif di tengah pandemi Covid-19.

"Tiga komoditas ini meliputi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Bahkan kontribusinya meningkat secara konsisten," ungkap Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Provinsi Bangka Belitung, Fahma Sari Fatma saat pemaparan dalam agenda Diseminasi Kajian Fiskal Regional Tahun 2020, Selasa (30/3/2021).

Di samping timah, Bangka Belitung memiliki berbagai sektor usaha potensial yang memiliki keunggulan komparatif dengan nilai LQ (location quotient) cukup besar.

"Meskipun saat ini pertumbuhannya masih tergolong lambat, tetapi sektor-sektor tersebut terbukti tangguh dalam menghadapi terpaan pandemi Covid-19, yaitu sektor perkebunan (pertanian) dan perikanan.

Beberapa komoditas utama yang dihasilkan antara lain lada, sawit, karet, dan perikanan tangkap serta budidaya. Sektor ini memiliki kontribusi penting bagi pembentukan PDRB, penyerapan tenaga kerja, sumber pendapatan masyarakat, serta sebagai sumber penyediaan bahan pangan dan komoditas ekspor," jelas Fahma.

Sementara, sektor pariwisata sebagai satu diantara unggulan ekonomi Bangka Belitung yang masih tertahan lebih baik dibandingkan Kepulauan Riau maupun Bali yang masing-masing tumbuh negatif 3,80 persen dan negatif 9,51 persen

"Penetapan Tanjung Kelayang sebagai KEK Pariwisata dan tercatat ke dalam 10 destinasi pariwisata prioritas di Indonesia pada tahun 2019 berpotensi kuat untuk menjadi alternatif baru penggerak ekonomi Babel.

Selain karena keindahan pantai dan bentang alamnya, Babel juga kaya budaya dan punya modal bangunan heritage sebagai saksi perjuangan Indonesia meraih kemerdekaan bahkan jauh sebelum itu Babel memilik jejak sejarah tertua penggunaan bahasa melayu sebagai cikal bakal bahasa persatuan, bahasa Indonesia," kata Fahma.

Terdata pada tahun 2020, jumlah akomodasi hotel di Bangka Belitung sebanyak 55 Hotel dengan hotel paling banyak terdapat di Belitung (24 Hotel), Pangkalpinang (20 Hotel), Bangka (5 Hotel) Bangka Tengah (5 Hotel) dan Belitung Timur (1 Hotel) sedangkan Bangka Barat dan Bangka Selatan belum memiliki akomodasi hotel.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Bangka Belitung sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi, Dr Nizwan Zukhri menambahkan ada sektor yang meningkat pesat di tengah pandemi Covid-19.

"Sektor yang memberikan kontribusi terbesar adalah sektor informasi dan komunikasi sebesar 15,46 persen," kata Dr Nizwan.

Sektor informasi dan komunikasi ini dapat meningkat disebabkan banyak kegiatan belajar dan bekerja yang dilakukan secara daring.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita )

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved