Breaking News:

Advertorial

Jaksa Masuk Sekolah, Kasi Penkum Ajak Pelajar Bijak dan Cerdas Memanfaatkan Teknologi

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Bangka Belitung kembali melaksanakan program  program Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: El Tjandring
Ist (Bid. Penkum Kejati Provinsi Bangka Belitung)
Kasi Penkum Kejati Kepulauan Bangka Belitung, Basuki Raharjo didampingi oleh tim mengunjungi SMA N 1 Pangkalpinang dalam program Jaksa Masuk Sekolah, Rabu (31/03/2021). 

BANGKAPOS.COM - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Bangka Belitung kembali melaksanakan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), bertempat di SMAN 1 Pangkalpinang, Rabu (31/03/2021) jam 09.00 WIB.

Sebagai pemateri yaitu Kasi Penkum Kejati Kepulauan Bangka Belitung, Basuki Raharjo, program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) Kejati Kepulauan Bangka Belitung kali ini menjelaskan kepada siswa-siswi serta para guru SMA N 1 Pangkalpinang tentang "Ketentuan UU nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Teknologi Dan Elektronik".

"Melalui program Jaksa Masuk Sekolah, diharapkan dapat menjadi sarana edukasi yang menyentuh kesadaran hukum bagi masyarakat secara umum dan para pelajar khususnya," ujar Basuki.

Kasi Penkum Kejati Kepulauan Bangka Belitung, Basuki Raharjo saat menjadi pemateri dalam program Jaksa Masuk Sekolah
Kasi Penkum Kejati Kepulauan Bangka Belitung, Basuki Raharjo saat menjadi pemateri dalam program Jaksa Masuk Sekolah (Ist (Bid. Penkum Kejati Provinsi Bangka Belitung))

Kegiatan yang berlangsung dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan ini, diikuti dan disimak dengan antusias oleh para peserta.

Kasi Penkum Kejati Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan tentang pentingnya bagi para pelajar maupun para guru untuk mengetahui apa dan bagaimana sikap yang harus ditunjukkan serta dilakukan dalam memanfaatkan teknologi informasi.

"Pada era serba teknologi seperti sekarang, kita semua tentu harus paham aturan-aturan yang ada pada UU nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Teknologi dan Elektronik, supaya kita lebih bijak dan cerdas dalam menggunakan teknologi elektronik dan informasi," katanya.

Dia menambahkan, Program JMS ini merupakan program pemerintah pusat yang dicanangkan untuk seluruh wilayah Indonesia, dan harus diterapkan secara intensif.

Di samping fungsi penegakan hukum, Kejaksaan juga melakukan fungsi preventif yaitu mencegah terjadinya kejahatan dengan melakukan penerangan hukum ke berbagai kalangan.

"Dengan pemahaman hukum sejak dini, diharapkan dapat membantu proses pembentukan karakter anak bangsa yang berbasis hukum," ujarnya.

"Semakin kita memahami dan menaati hukum, InsyaAllah para generasi penerus bangsa ini akan menjadi generasi yang berprestasi dan membanggakan serta bisa diharapkan menjadi pemimpin-pemimpin masa depan,"pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved