Breaking News:

Mengenal Tiga Tradisi Masyarakat Melayu Bangka Sambut Ramadan, dari Ruwah hingga Mandi Belimau

Tradisi tahunan menjelang datangnya bulan suci ramadan ini sarat dengan nilai spiritual dan silahturahmi

bangkapos/nurhayati
H Ilyasa saat memimpin prosesi adat Mandi Belimau yang dimulai dari Wakil Gubernur Babel H Abdul Fatah, Minggu (21/5/2017) di areal Pemakaman Depati Bahrin. 

BANGKAPOS.COM- Bulan suci ramadan di tahun 2021 kini tinggal hitungan hari.

Bulan yang penuh berkah ini tentu disambut dengan suka cita oleh umat Islam di seluruh dunia.

Tak terkecuali di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Ada beberapa tradisi yang biasanya dilakukan masyarakat Melayu pulau penghasil timah ini untuk menyambut datangnya bulan suci ramadan.

Selain kegiatan ziarah kubur, di Pulau Bangka terdapat tradisi Ruwah, Perang Ketupat hingga tradisi Mandi Belimau.

Untuk tradisi Ruwah ini, masyarakat Desa Keretak kecamatan Sungaiselan Kabupaten Bangka Tengah, digelar secara khusus dengan nama tradisi Lebaran Ruwah.

Tradisi tahunan menjelang datangnya bulan suci ramadan ini sarat dengan nilai spiritual dan silahturahmi.

Suasana acara Nganggung pada perayaan ruah kubur Desa Keretak
Suasana acara Nganggung pada perayaan ruah kubur Desa Keretak (Bangka Pos/Adinda Rizki Amanda)

Ribuan warga berdatangan untuk bersilahturahmi ke desa ini saat digelarnya lebaran Ruwah.

Desa Keretak sendiri merupakan salah satu desa di Pulau Bangka yang hingga saat ini masih mempertahankan tradisi Ruwah menjelang tibanya bulan Ramadhan.

Masyarakatpun menyiapkan berbagai penganan layaknya lebaran seperti ketupat dan lepat guna menyambut sanak saudara dan tamu yang datang berkunjung dari pelosok Pulau Bangka.

Halaman
1234
Penulis: Iwan Satriawan (Wan) CC
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved