Breaking News:

Berita Bangka Barat

Pencegahan Terorisme, Radikalisme dan Intoleransi, Sat Intel Polres Babar Minta Masyarakat Proaktif

Penggunaan media sosial pun kini menjadi sarana yang dapat dipergunakan dengan mudah, untuk menyebarkan informasi hoax ataupun informasi

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).
Rapat koordinasi pencegahan tindakan radikalisme dan intoleransi, yang digelar oleh Polres Bangka Barat, Rabu (31/03/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasat Intel Polres Bangka Barat, AKP David Charlie seizin Kapolres Bangka Barat, AKBP Fedriansah mengungkapkan pihaknya akan terus berupaya mencegah dari tindakan terorisme, radikalisme dan intoleransi khususnya di Kabupaten Bangka Barat, Rabu (31/03/2021).

Hal tersebut diungkapkan usai mengikuti rapat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Barat yang juga dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan Kejari Bangka Barat dan Kemenag Bangka Barat.

"Sudah banyak kejadian yang terjadi maka dilakukan pencegahan, jangan sampai terjadi di Bangka Barat. Khususnya kaum milenial mereka ini penerus bangsa dengan harapan, tidak ada lagi generasi muda yang terpapar kegiatan terorisme radikalisme dan intoleransi," ujar AKP David Charlie.

Selain itu penggunaan media sosial pun kini menjadi sarana yang dapat dipergunakan dengan mudah, untuk menyebarkan informasi hoax ataupun informasi bersifat intoleransi.

"Di media sosial banyak yang memberikan komentar dan menshare hal buruk, kita tidak sadar mendukung komen yang negatif berbau terorisme. Dengan itu kita juga bisa masuk dalam mendukung aksi terorisme dan ini akan diidentifikasi, makanya bijaklah menggunakan media sosial," jelasnya.

AKP David Charlie mengatakan saat ini untuk kondisi khususnya di Kabupaten Bangka Barat, masih aman dari terpaparnya radikalisme dan intoleransi.

"Kondisi masyarakat sangat kondusif dari berbagai suku dan agama sangat bagus, terbukti dengan adanya Kelenteng dan masjid bersebelahan. Pencegahan tetap akan kita lakukan terhadap media sosial ini yang harus kita antisipasi, kita perlu peran ulama dan seluruh pihak untuk mengatasinya," ucapnya.

"Sosialisasi setelah ini apakah di taklim, sekolah, rapat atau dimana saja harus memberikan sosialisasi terkait dampak radikalisme yang berbahaya," tambahnya.

Sementara itu AKP David Charlie berharap masyarakat dapat pro aktif untuk ikut dalam melakukan pencegahan, adanya tindakan radikalisme dan intoleransi di lingkungan masyarakat.

"Bila melihat ada merasa curiga sampaikan kepada Pemkab, Kesbangpol atau kepolisian, untuk kami melakukan deteksi dini karena kita juga bisa langsung mengambil tindakan," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved