Breaking News:

Berita Bangka Selatan

Riza Sayangkan 16 Warga Sadai Tinggalkan Kampung Hindari Tracking Ternyata 3 Positif Covid-19

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengaku kecewa dan menyayangkan adanya warga Sadai positif Covid-19 kabur saat hendak di-tracking.

Penulis: Jhoni Kurniawan | Editor: El Tjandring
(Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid (baju putih). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak 16 warga Desa Sadai pergi menanggalkan desa saat hendak di-tracking oleh Tim Survailans Covid-19 Kabupaten Bangka Selatan. Bahkan diketahui tiga di antaranya dinyatakan positif Covid-19.

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid saat diwawancarai mengaku kecewa dan menyayangkan adanya warga yang kabur saat hendak di-tracking.

"Sangat disayangkan karena proses tracking ini dilakukan demi mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas. Alangkah baiknya jika prosesnya dilalui dengan aman sehingga tidak ada penyebaran yang lebih luas," ujar Riza.

Riza turut menegaskan dirinya akan melakukan koordinasi kembali bersama Satuan Tugas Pengendalian Covid-19 Kabupaten Bangka Selatan sehingga ada solusi terbaik.

"Akan saya koordinasikan lagi ke Satgas Covid-19 kita supaya ini segera diselesaikan," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 16 warga Desa Sadai diduga meninggalkan tempat tinggal mereka saat akan di-tracking oleh Tim Surveilans Covid-19 Kabupaten Bangka Selatan, Selasa (30/3/2021).

Ke-16 warga ini diduga mengungsi ke Desa Celagen untuk menghindari proses tracking petugas yang digelar di Desa Sadai pascadiberlakukannya Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Nahasnya, Kepala Desa Sadai, Amin menyebutkan tiga dari 16 orang ini dinyatakan positif Covid-19 setelah proses Rapid Antigen yang digelar oleh tim kesehatan dari Puskesmas Pongok.

Penampakan terkini di Karantina Desa Sadai sebagai bagian PPKM Mikro, Selasa (30/3/2021).
Penampakan terkini di Karantina Desa Sadai sebagai bagian PPKM Mikro, Selasa (30/3/2021). ((Bangka Pos/Jhoni Kurniawan))

Namun demikian Amin menyatakan pihaknya tetap berkomunikasi dan berkoordinasi bersama aparat Desa Celagen dan Puskesmas Pongok agar menjaga warga Desa Sadai yang positif Covid-19.

Pihaknya, lanjut Amin turut menyatakan akan meminta bantuan Satuan Tugas Pengendalian Covid-19 Kabupaten Bangka Selatan untuk mencari solusi terbaik mengenai kondisi ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved