Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Update, 43.986 Orang di Babel Sudah Disuntik Vaksin, Legislator Ini Soroti Vaksinasi Tenaga Pendidik

Sudah 22.260 orang atau 24,85 persen yang telah disuntik vaksin dosis pertama dan sudah 13.390 pekerja publik atau 14,94 persen yang telah divaksin.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Direktur RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, dr Fauzan saat menerima suntik vaksin kedua, Rabu (03/03/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Berdasarkan data Rabu (31/3/2021) sudah 22.260 orang atau 24,85 persen yang telah disuntik vaksin dosis pertama dan sudah 13.390 pekerja publik atau 14,94 persen yang telah disuntik vaksin dosis kedua di Bangka Belitung.

Data kategori lansia dengan rincian 9.838 orang atau 12,41 persen yang telah disuntik vaksin dosis pertama dan 264 orang lansia yang telah disuntik vaksin dosis kedua.

Data kategori tenaga kesehatan sudah 11.862 orang atau 90,32 persen yang telah disuntik vaksin dosis pertama dan 11.319 orang atau 86,18 persen tenaga kesehatan yang telah disuntik vaksin dosis kedua.

Data kategori calon jemaah haji sudah 26 orang yang sudah disuntik vaksin dosis pertama.

Sehingga dari empat kategori tersebut sudah 43.986 orang atau 24,17 persen yang telah disuntik vaksin pertama dan sudah 21.975 orang atau 12,07 persen yang telah disuntik vaksin dosis kedua.

Juru Bicara Vaksinisasi di Bangka Belitung sekaligus Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo Utomo mengatakan vaksinasi yang disasarkan kepada tenaga pendidik masih terus berlangsung.

"Kalau pendidik detilnya masuk ke dalam pelayanan publik essensial, jadi dalam pelaporan tidak terpisah. Kalau terkumpul di saya adalah pejabat publik atau ASN, termasuk juga tenaga pendidik," ujar dr Bangun.

Ia menyebutkan, vaksinasi ini perlu diberikan ke seluruh masyarakat, sehingga pemerintah pusat gencar melakukan vaksinasi.

"Namun memang terkendala waktu saja, ini dulu, baru pendidik. Kalau kita lihat kondisi sekarang kendala pada stok vaksin yang masih sedikit, kita sudah bersurat ke pusat untuk minta stok vaksin, kalau sudah ada mungkin vaksinasi akan lebih cepat lagi. Kalau perhitungan stok per hari Jumat ya," kata dr Bangun.

Dihubungi terpisah, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bangka Belitung, Dody Kusdian menilai tenaga pendidik penting menjadi prioritas untuk divaksinasi, apalagi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka.

"Dari awal memang sudah seharusnya dipercepat proses itu pada pejabat publik atau mereka yang berhubungan dengan publik, harus segera dilakukan," ujar Dody.

Perhatian serius dari pemerintah terhadap dunia pendidikan seolah dimarginalkan hari ini, kenapa? Coba lihat, mall, pasar dan kafe itu bebas dibuka. Lembaga pendidikan belakangan, apa masalahnya," katanya lagi.

Ia meragukan bila siswa yang belajar daring hanya di rumah saja, sebab tentu berpotensi juga menuju area keramaian seperti kafe.

"Maka dari itu salah satu caranya amankan pendidikan dengan membuka sekolah tetapi pastikan para tenaga pendidik memiliki imunitas dengan cara divaksin salah satunya, ini harus dipastikan dan diprioritaskan pemerintah, kalau kita mikir jangka panjang," kata Dody.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved