Breaking News:

Human Interest Story

Berkat Doa Orang Tua, Peraih Beasiswa Bidik Misi Ini berhasil Lulus dengan Predikat Cumlaude IPK 3,9

Universitas Bangka Belitung mengelar wisuda sebanyak 339 wisudawan dan wisudawati pada pada wisuda ke XXII, Rabu (31/3/2021) lalu.

Ist/Zissi
Zissi Maharesy (22) wisudawati Universitas Bangka Belitung dari program studi Ilmu Hukum bersama ibundanya saat merayakan wisudanya 

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Universitas Bangka Belitung mengelar wisuda sebanyak 339 wisudawan dan wisudawati pada pada wisuda ke XXII, Rabu (31/3/2021) lalu.

Dari  339 wisudawan/wisudawati tersebut, satu di antaranya Zissi Maharesy (22) dari program studi Ilmu Hukum yang merupakan mahasiswi peraih beasiswa bidikmisi yang berhasil mendapatkan nilai tertinggi dengan IPK 3,9.

Dia masuk dari empat wisudawan/wisudawati meraih IPK tertinggi bersama teman-teman lainnya yakni Rinal Wahyu Prodi Agribisnis (IPK 3,95) dengan sangat memuaskan, Zissi Maharesy Prodi Hukum (IPK 3,9), Intan Audy Prodi Hukum (IPK 3,93) dan Putri Aisyah Prodi Ilmu Politik (3,91) dengan Pujian.

Zissi merupakan anak ke 3 dari 3 bersaudara, buah hati dari Harmen dan Sulastri.

Bapaknya Hermen hanyalah seorang petani sedangkan ibunya Sulastri sebagai ibu rumah tangga. Namun keduanya berhasil memberikan bekal pendidikan hingga putrinya berhasil meraih gelar sarjana dengan predikat cumlaude.

Wanita kelahiran 22 tahun, warga Kelurahan Padang Mulia, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah yang mengemban Ilmu di Universitas Bangka Belitung menceritakan kerja kerasnya sehingga mendapatkan IPK besar.

Apalagi dirinya merupakan penerima beasiswa bidikmisi yang harus mempertahankan nilai IPK yang tinggi.

"Terutama mentaati aturan yang ada selama perkuliahan. Mengerjakan semua tugas yang diberikan oleh dosen dan selalu belajar untuk setiap ujian," kata Zissi kepada Bangkapos.com, Jumat (2/4/2021).

Gadis berkulit putih ini juga menceritakan, keberhasilan dirinya mendapatkan IPK tinggi berkat dukungan orangtuanya.

"Bentuk dukungan orangtua yang utama pastinya doa, kemudian orangtua tidak pernah memaksa untuk belajar, sehingga belajar memang atas kemauan sendiri," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Widodo
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved