Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Negeri Ginseng Jadi Tujuan Utama Ekspor Timah Bangka Belitung, Naik 2,57 Persen Per Februari 2021

Negara Korea Selatan menjadi negara tujuan utama ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

tribunnews
Balok timah siap ekspor 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Negara Korea Selatan menjadi negara tujuan utama ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Sekitar 17,76 persen ekspor timah pada Januari-Februari 2021 dikirim ke NegeriGinseng ini. Apabila dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor timah ke Korea Selatan pada tahun ini naik sekitar 2,57 persen," jelas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dwi Retno Wilujeng Wahyu Utami, Kamis (1/4/2021) kepada Bangkapos.com.

Sementara itu, negara Singapura, India, Belanda dan Jepang berada dalam lima negara tujuan utama ekspor timah pada Januari-Februari 2021.

"Peran keempat negara ini berkisar antara 10,70 persen hingga 14,14 persen. Maka, lima negara utama tujuan ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berperan sebesar 67,09 persen," jelas Dwi.

Sementara itu, nilai ekspor Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Februari 2021 bernilai US dolar 117,77 juta, hal ini turun 13,04 persen dibandingkan nilai ekspor Februari 2020.

"Untuk nilai ekspor komoditas timah turun 10,66 persen, dan non timah turun 22,86 persen. Oleh karena itu, jumlah nilai ekspor pada bulan Februari tahun ini sebesar US dolar 117,77 juta (bulan yang sama tahun sebelumnya US dolar 135,42juta).

Dibanding bulan sebelumnya, nilai ekspor Februari 2021 naik 16,68 persen. Kenaikan nilai ekspor didorong oleh naiknya ekspor timah sebesar 18,87 persen dan non timah sebesar 7,22 persen. Selama Januari hingga Februari 2021, peran timah dan nontimah masing-masing sebesar 82,03 persen dan 17,97 persen,"  ungkap Dwi.

Selain itu, ekspor nontimah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Januari-Februari 2021 bernilai US dolar 39,30 juta, naik 15,74 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Belanda menempati urutan pertama peran ekspor non timah pada Januari-Februari 2021 dengan nilai US dolar 11,36 juta. Peran Belanda dalam ekspor nontimah sebesar 28,90 persen. Golongan barang yang diekspor ke negeri kincir angin ini berupa lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) sebanyak US dolar 0,52 juta dan berbagai produk kimia (HS 38) sebanyak US dolar 0,84 juta," kata Dwi.

Menyusul Belanda, Malaysia berada pada posisi kedua dengan nilai ekspor non timah sebesar US dolar 9,26 juta pada Januari-Februari 2021.

Peran Malaysia dalam ekspor nontimah sebesar 23,56 persen. Golongan barang yang diekspor ke Malaysia berupa lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) sebanyak US dolar 7,43 juta, dan sisanya berupa ikan dan udang (HS 03); garam, belerang, dan kapur (HS 25), serta kopi, teh, dan rempah-rempah (HS 09).

"Myanmar, Bangladesh, dan Vietnam menempati urutan ketiga, keempat, dan kelima, dengan peran masing-masing sebesar 14,96 persen, 14 persen, dan 7,39 persen. Dengan demikian, peran lima negara utama tujuan ekspor non timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi 88,81 persen," jelas Dwi.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved