Sabtu, 2 Mei 2026

Bukan Sekadar Lagu, Ternyata Ini Alasan Lebih Baik Sakit Gigi Daripada 'Sakit Hati' Seperti Terbakar

Bukan Sekadar Lagu, Ternyata Ini Alasan Lebih Baik Sakit Gigi Daripada 'Sakit Hati' Seperti Terbakar

Tayang:
Editor: M Zulkodri
Istimewa
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM -- "Daripada sakit hati lebih baik sakit gigi ini biar tak mengapa ..." begitu lantunan suara Meggy Z beberapa tahun lalu.

Selama bertahun-tahun para penulis lagu telah berjuang untuk menggambarkan betapa sakitnya saat putus cinta.

Dan, ungkapan Meggy Z kini diakui oleh para peneliti yang menyatakan bahwa cinta yang tak terbalas itu lebih dari sekadar respons emosional.

Dari eksperimen yang dilakukan para peneliti terlihat bahwa diputuskan oleh kekasih

akan mengaktifkan bagian otak yang biasanya lebih terkait dengan proses sakit secara fisik,

misalnya sensasi terbakar ketika tersulut api.

Penemuan ini menjelaskan mengapa patah hati itu sangat menyakitkan dan berlangsung begitu lama.

Peneliti dari University of Michigan melakukan eksperimen terhadap 40 pria dan wanita yang hubungan cintanya kandas.

Semua responden mengakui bahwa pengalaman itu membuat mereka sangat terluka.

Responden lalu diminta mengamati beragam gambar, sementara otak mereka di-scan oleh para peneliti.

Ternyata, menatap foto mantan dan disentuh dengan benda panas lebih menyakitkan daripada memikirkan seorang teman

atau disentuh dengan benda yang lebih dingin.

Baca juga: Dikira Terpapar Covid-19, Bocah 7 Tahun Tewas, Hasil Visum Ungkap Fakta, Diperkosa Kakek Tirinya

Mereka juga mengatakan bahwa berpikir mengenai putusnya hubungan itu sama menyakitkannya dengan disenggol benda panas.

Sementara itu, analisa dari hasil scanning menunjukkan bahwa area otak yang sama "menyala" ketika memproses dua tipe rasa sakit tersebut.

"Hasil penemuan ini memberikan makna baru mengenai ide bahwa penolakan secara sosial itu menyakitkan," papar peneliti Ethan Kross.

Sepintas, ketika tanpa sengaja kita menumpahkan kopi yang panas ke tubuh kita, atau

berpikir bagaimana rasanya ditolak (diputuskan) sambil menatap foto si mantan,

Anda memperkirakan akan mendapatkan tipe rasa sakit yang berbeda.

Namun, penelitian yang dimuat di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini menunjukkan, kedua tipe rasa sakit itu ternyata mirip satu sama lain.

Studi ini juga memperlihatkan bahwa semakin lama, aktivitas dalam bagian otak di balik ikatan emosional ini semakin berkurang.

Artinya, rasa sakit hati itu perlahan akan pudar juga seiring berjalannya waktu.(*)

Baca juga: Bukan Harta Gana-Gini, atau Hak Asuh Anak, Ini Permintaan Rachel Vennya Usai Bercerai dengan Niko

Baca juga: Tergiur Mudah Dapatkan Uang, ABG Ini Putus Sekolah Pilih Jadi PSK, Cuma 10 Menit Dapat Rp 300 Ribu

Baca juga: Perempuan Ini Akan Lumpuh Mendadak hingga Pingsan Lihat Pria Ganteng, Alami Penyakit Cataplexy

(*)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved