Breaking News:

Berita Bangka Barat

Enam Rumah Diterjang Angin Kencang, Dinas Sosial Bangka Barat Salurkan Bantuan

Dinsospemdes Kabupaten Bangka Barat, menyerahkan sejumlah bantuan guna meringankan beban para korban yang rumahnya terdampak angin kencang.

(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).
Kondisi rumah milik Yulis warga Jalan Rukun, Kampung Menjelang, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, yang terkena angin kencang, Sabtu (03/04/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospemdes) Kabupaten Bangka Barat, Yuwanda Eka Putra mengungkapkan telah memberikan sejumlah bantuan terhadap korban terdampak angin kencang yang terjadi dini hari tadi sekitar pukul 02.30, Sabtu (03/04/2021).

Total terdapat enam rumah yang terbagi di dua Kecamatan, di Kabupaten Bangka Barat yang mengalami kerusakan akibat angin kencang disertai hujan.

"Untuk di Kecamatan Muntok ada empat rumah dengan rincian di Kampung Menjelang dua rumah, di Desa Keranggan satu rumah dan di Desa Belo Laut ada satu rumah yang terdampak. Selain di Kecamatan Muntok ada juga di Kecamatan Tempilang, dengan dua rumah yang terdampak angin kencang," ujar Wanda.

Atas kejadian tersebut Dinsospemdes Kabupaten Bangka Barat, menyerahkan sejumlah bantuan guna meringankan beban para korban yang rumahnya terdampak angin kencang.

"Bantuan dari Dinsos ada macam-macam seperti matras, selimut, dan terpal. Lalu ada sembako seperti beras, minyak goreng, ikan dalam kaleng dan biskuit untuk semua korban kita bantu semuanya," ungkapnya.

Sementara itu satu diantara korban yang terdampak yakni Yulis (50) warga Kampung Menjelang, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat mengatakan rumahnya mengalami kerusakan cukup parah terutama dibagian atap rumah.

Atap yang terbuat dari baja ringan pun melayang, serta atap di bagian dapur yang terbuat dari asbes juga mengalami kerusakan dengan beberapa bagian bolong akibat jatuhan batu yang terbawa oleh angin kencang.

"Angin kenceng terus juga hujan, jadi saat atap ngangkat itu kami masih berada di dalam rumah terus dak lama kami ngungsi ke tetangga," kata Yulis.

Atap rumah yang terbuat dari baja ringan yang berukuran sekitar lima kali enam meter yang melayang pun, kini mulai di perbaiki untuk kembali dipergunakan.

Sementara itu kondisi rumah Yulis pun cukup memprihatinkan, dimana beberapa barang seperti pakaian hingga kasur basah akibat terkena guyuran hujan. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved