Breaking News:

8 Kontainer Zirkon Batal Ekspor

Butuh 2 Minggu Uji Sampel Zirkon PT CAL, Dirjen ESDM: Tidak Boleh Berangkat, Sampai Hasil Lab Keluar

Setidaknya butuh waktu dua minggu untuk memeriksa sampel Zirkon milik PT CAL. Sebelum hasil lab keluar, ratusan Zirkon dilarang keluar.

Bangkapos.com/Antoni Ramli
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin saat diwawancarai wartawan di Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang, Minggu (4/4/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Direktur Jenderal Mineral dan Batubara kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin, menyebut kedatangan pihaknya guna memastikan material barang yang akan diekspor PT CAL, melalui pelabuhan Pangkalbalam, Minggu (4/4/2021)

Sebab ditegaskan, Ridwan material barang dikirimkan harus sesuai dokumen. Misalnya, zirkon harus diatur dengan regulasi zirkon. Begitu juga sebaliknya, jika material lain, harus diatur dengan regulasi mineral lainnya.

"Kami turun kesini, mengambil sampel untuk memastikan barang barang yang di dalam karung itu isinya apa aja. Kalau bukan barang yang sesuai dengan faktanya harus diatur dengan cara lain. Kalo zirkon harus diatur dengan regulasi zirkon, kalau bukan zirkon harus diatur regulasi bukan zirkon," ujar Ridwan di pelabuhan Pangkalbalam, Minggu (4/4/2021)

Namun, Ridwan belum bisa memastikan material yang berada di delapan kontainer milik PT CAL tersebut, murni zirkon, atau ada campuran mineral lainnya.

"Kalau hasil belum tahu, karena harus dibawa ke Lab dulu, lama kasarnya kurang lebih sekitar dua minggu," ujar Ridwan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pengiriman Zirkon Batal, Kontainer Sudah Diangkut ke Kapal, Begini Perintah Gubernur

Baca juga: Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Tahan Ekspor 8 Kontainer Zirkon, Ini Alasannya

Baca juga: Sucofindo Sebut Zirkon PT CAL Tidak Masalah, Sudah Uji Laboratorium

Ridwan memastikan, selama proses uji sampel lab, ratusan ton zirkon milik PT CAL tersebut, tidak boleh diekspor.

"Jadi sebelum hasil lab keluar mereka tidak boleh berangkat, sampai hasil labnya keluar. Kalau menurut yang punya Zirkon, cuma kita kan belum tahu hasil labnya," pungkasnya.

Tak hanya membongkar kontainer, jika memungkinkan, Ridwan juga berencana meninjau gudang sekaligus Izin Usaha Pertambangan milik PT CAL di RT 01 Dusun, Desa Pagarawan, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

"Tergantung waktu kalau memungkinkan kami lihat kesana, mudah-mudahan tidak hujan, kita akan turun," pungkasnya.

(Bangkapos.com / Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: M Ismunadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved