Breaking News:

Tribunners

TeFa di Tengah Badai Pandemi Covid-19

Konsep teaching factory menggabungkan belajar dan lingkungan kerja yang realistis dan memunculkan pengalaman belajar yang relevan

TeFa di Tengah Badai Pandemi Covid-19
ISTIMEWA
Helli Meilani, STP - Ketua Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan SMK Negeri 4 Pangkalpinang

UNDANG-UNDANG Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Nomor 20 Tahun 2003 menyatakan bahwa pendidikan kejuruan adalah pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu.

Pendidikan kejuruan adalah pendidikan yang menghubungkan, menjodohkan, melatih manusia agar memiliki kebiasaan bekerja untuk dapat memasuki dan berkembang pada dunia kerja (industri) sehingga dapat dipergunakan untuk memperbaiki kehidupannya.

Proses ini merupakan proses perkembangan diri peserta didik secara optimal. Kondisi ini dapat menjadi landasan pendidikan kejuruan yaitu "learning by doing" dengan kurikulum yang berorientasi pada dunia kerja.

Pendidikan nasional khususnya pendidikan kejuruan penting untuk memberikan kontribusi dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil dan memiliki daya saing tinggi. Pendidikan kejuruan memiliki tujuan mencetak SDM lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang berkompeten yang siap terjun ke dunia industri serta memiliki kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja sendiri.

Saat ini, SMK dituntut membentuk siswa yang memiliki kemampuan soft skill dan hard skill yang baik, meningkatkan proses kualitas pembelajaran khususnya dalam bidang praktik. Kompetensi yang diperoleh siswa pada saat pembelajaran teori dapat dipraktikkan semaksimal mungkin di bengkel (workshop) yang dimiliki. Untuk percepatan pengejawantahan tujuan ini pemerintah telah mengeluarkan konsep teaching factory (TeFa).

Konsep teaching factory menggabungkan belajar dan lingkungan kerja yang realistis dan memunculkan pengalaman belajar yang relevan. "Factory teaching concept as an approach that combines the learning and working environment from which is realistic and relevant learning experiences arise" (Nanyang Polytechnic, 2003).

Factory di sini hanyalah istilah dan bukan arti pabrik secara harfiah, namun dalam bentuk pembelajaran dilakukan langsung di tempat praktik tidak di dalam kelas, dan praktik yang dilakukan berorientasi pada produksi seperti di industri nyata. Penyelenggaraan model ini memadukan sepenuhnya antara belajar dan bekerja, tidak lagi memisahkan antara tempat penyampaian teori dan praktik.

Pembelajaran teaching factory adalah suatu konsep pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di industri, dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri.

Paradigma pembelajaran teaching factory didasarkan pada tujuannya yang secara efektif mengintegrasikan kegiatan pendidikan, penelitian, dan inovasi ke dalam satu konsep tunggal, yang melibatkan industri dan akademik. Pembelajaran teaching factory berfokus pada integrasi industri dan akademik melalui pendekatan terhadap kurikulum, pengajaran/pelatihan. Teaching factory mengintegrasikan proses pembelajaran untuk menghasilkan produk maupun jasa yang layak jual untuk menghasilkan nilai tambah untuk sekolah (Direktorat Pembinaan SMK, 2008).

Artinya, proses teaching factory dapat menanamkan jiwa kewirausahaan bagi siswa. Melalui proses teaching factory menghasilkan produk barang dan jasa yang memiliki nilai tambah dengan kualitas yang bisa diserap dan diterima oleh masyarakat.

Halaman
123
Editor: suhendri
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved