Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

1.520 Polisi di Babel Sudah Disuntik Vaksin AstraZeneca, Efikasi Capai 61,2 Persen

Sesuai intruksi dari pusat, vaksin jenis AstraZeneca ini diperuntukkan untuk polisi dan telah digunakan sebanyak 1.520 dosis pada suntik vaksin dosis

tribunnews.com
Begini Penjelasan MUI Terkait Vaksin AstraZeneca Haram karena Mengandung Babi, tapi Bisa Digunakan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Seksi Kefarmasian Dinas Kesehatan Babel, Zulkarnain mengatakan Bangka Belitung telah menerima vaksin jenis AstraZeneca sebanyak 4.000 dosis.

Sesuai intruksi dari pusat, vaksin jenis AstraZeneca ini diperuntukkan untuk polisi dan telah digunakan sebanyak 1.520 dosis pada suntik vaksin dosis pertama.

Sehingga sisa stok vaksin AstraZeneca di wilayah Bangka Belitung ada sebanyak 2.480 dosis.

Dengan rincian stok vaksin di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 1.960 dosis, Pangkalpinang 120 dosis, kabupaten Bangka 40 dosis, Bangka Barat 30 dosis, Bangka Selatan 70 dosis, Bangka Tengah 40 dosis, Belitung 160 dosis, dan Belitung Timur 60 dosis.

"Semua yang divaksin sudah ditetapkan, ada jenisnya. Tahap I untuk tenaga kesehatan, tahap II untuk pelayan publik sedangkan untuk AstraZeneca, ketentuannya itu sasaran untuk Polri di Bangka Belitung," ujar Zulkarnain, Senin (5/4/2021).

Lebih lanjut, ia menyebutkan pelaksanaan vaksinasi jenis ini tidak ada kendala, alokasi ditujukan kepada masing-masing kabupaten atau kota sesuai dengan permintaan Polda Bangka Belitung.

"Kemarin ada intruksi dari Polda untuk melakukan vaksinasi masal pada tanggal 29-30 Maret 2021, maka sudah terpakai 1.520 dosis, serentak di provinsi dan kabupaten atau kota," kata Zulkarnain.

Sementara dihubungi terpisah, Juru Bicara Vaksinisasi di Bangka Belitung sekaligus Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Pangkalpinang, dr Bangun Cahyo Utomo menjelaskan perbedaan vaksin Sinovac yang biasa digunakan kepada pelayan publik dan lansia dengan vaksin AstraZeneca yang disasarkan kepada polisi.

"Yang membedakan hanya jenis-jenis vaksin yang digunakan, kalau Sinovac adalah virus yang dilemahkan sedangkan AstraZeneca adalah sebagian virus itu yang digunakan untuk vaksin.

Kalau berdasarkan penelitian Efikasi vaksin Sinovac di Indonesia mencapai 65 persen sedangkan Efikasi vaksin AstraZeneca mencapai 61,2 persen," ujar dr Bangun.

Dalam pelaksanaan penyuntikan vaksin AstraZeneca setelah vaksin dosis pertama maka dilakukan vaksin dosis kedua dengan rentang waktu 8 minggu lagi.

"Itu sudah ada penelitiannya, akan terbentuk optimal bila disuntikan pada minggu kedelapan," kata dr Bangun.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita.

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved