Breaking News:

Meski Ladanya Bisa Terjual Hampir Rp 1 Miliar, Petani Lada Bangka Belitung Ini Tetap Tak Mau Jual

Harga tersebut sudah cukup untuk membuatnya mendapatkan pundi-pundi uang yang melimpah.

Editor: Alza Munzi
bangkapos.com/Jhoni Kurniawan
Ilustrasi petani lada 

Selain harga mengalami penurunan sejak beberapa tahun belakang, produksi pada pohon lada ini mengalami penurunan.

Pada tahun 2018 lalu, Kakek sempat memanen hingga 8 ton.

"Tahun kemarin (2020) hanya dua ton saja. Ya ini karena dampak tadi, terserang hama penyakit. Kalau menanam ini tidak begitu sulit, pelihara nya yang sulit," jelasnya.

Ia berharap, kepada Pemerintah Pusat agar memikirkan harga lada tersebut, sehingga tidak terjadi penurunan.

Apabila terjadi penurunan, dampak pertanian akan sangat terasa.

"Kami mohon kepada menteri perdagangan, agar harganya mengalami kenaikan, karena kalau harganya kecil kita tidak makan, hanya cukup untuk beli pupuk saja," bebernya.

Terus Naik Hingga Tahun 2022

Kenaikan harga lada ini diprediksi akan terus terjadi hingga tahun 2022 mendatang.

Salah satu faktor kenaikan harga laga adalah produksi hasil pertanian menurun.

"Harga segitu (Rp 85.000,- per Kg), sekitar satu bulan belakang dan dari awal tahun terus mengalami kenaikan dari segi harga," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Destika Effenly kepada Posbelitung.co, Senin (5/4/2021).

Halaman
1234
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved