Breaking News:

Persiapan Akreditasi Prodi TBI 9 Kriteria, LPM Lakukan Pendampingan

pendampingan dari Lembaga Penjamin Mutu (LPM). Prodi Tadris Bahasa Inggris ini kebetulan sudah menggunakan instrumen baru sehingga tantangannya

IAIN SAS Bangka Belitung
Acara persiapan akreditasi Program Studi Tadris Bahasa Inggris 9 kriteria 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Dalam rangka mempersiapkan akreditasi Program Studi Tadris Bahasa Inggris 9 kriteria, LPM lakukan pendampingan guna mereview kembali isian instrumen akreditasi. Setiap program studi yang mau mengajukan proses reakreditasi maupun akreditasi akan mendapatkan pendampingan dari Lembaga Penjamin Mutu (LPM).

Prodi Tadris Bahasa Inggris ini kebetulan sudah menggunakan instrumen baru sehingga tantangannya pasti lebih banyak mengingat yang sebelumnya kita menggunakan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi 7 Standar, dan sekarang dengan pemberlakukan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 4.0, kita harus menggunakan 9 kriteria.

Dalam persiapan itu, Prodi Tadris Bahasa Inggris ini berkoordinasi dengan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN SAS Bangka Belitung. Ketua LPM IAIN SAS Bangka Belitung Dr. Irawan, M.S.I, Sekretarsi LPM Syarifah, M.S.I,. Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu LPM IAIN SAS Bangka Belitung Dinar Pratama, M.Pd, Kepala Pusat Pengembangan Standar Mutu Diah Novianti, M.E, serta Ketua Prodi TBI Zulfikri , M.Pd., Sekretaris Prodi Indrawati, M.Pd.,Tim Penyusun Borang Prodi TBI, hadir sebagai peserta dalam acara tersebut yang berlangsung di Ruang Terpadu Lantai III.

LPM IAIN SAS Bangka Belitung dalam acara tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan pengalaman pendampingan asesmen lapangan prodi TBI secara online. Ketua LPM IAIN SAS BABEL Irawan menjelaskan, kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk mencapai batas kelayakan dari nilai yang diinginkan serta memberikan masukan kepada program studi yang akan mengajukan proses reakreditasi maupun akreditasi pertama.

Sekretarsi LPM Syarifah,M.S.I berdasarkan informasi yang diperoleh, memperoleh beberapa masukan penting dan cara menyajikan data yang tepat untuk benar-benar siap dalam proses submit kepada prodi TBI, karena menurut pengalaman tim LPM IAIN SAS Bangka Belitung yang juga sebagai eksekusi dalam tahap submit menilai banyak beberapa prodi yang tidak mengetahui tahapan dan detail teknis yang harus dilampirkan saat submit sehingga terjadi penolakan oleh sistem yang berakibat pada keterlambatan proses asesmen kecukupan dan lapangan pada prodi dan fakultas sehingga perlu menyiapkan profil prodi serta dokumen kurikulum dan dosen. “Semua dokumen tersebut disiapkan dalam google drive dan disarikan dalam slide presentasi,” tambahnya.

Kepala Pusat Audit dan Pengendalian Mutu Akademik LPM IAIN Dinar Pratama, M.Pd, memberikan masukan mulai dari penyajian data kuantitatif (SAPTO) dan data kualitatif yang terdiri dari instrumen borang dan Evaluasi diri, termasuk instrumen borang yang  menggunakan 9 kriteria. Tindak lanjut acara tersebut adalah mengumpulkan anggota tim penyusun borang prodi TBI. Nantinya, tim penyusun borang prodi TBI akan melengkapi data dukung, terutama pada bagian-bagian dalam dokumen kurikulum

“Ada hal-hal yang mungkin agak tidak sesuai dengan template yang sudah ada sehingga kita berupaya untuk meluruskan lagi, menyamakan persepsi terkait batasan-batasan jumlah halaman, juga memberikan pemahaman tentang indikator kinerja utama dan kinerja tambahan yang sesuai dengan syarat yang dibutuhkan. Seminggu ini kita coba untuk merampungkan ini.” katanya. (*)

Penulis : Ayaknan

Editor: Fery Laskari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved