Breaking News:

Berita Bangka Barat

Soal Kaburnya Narapidana, Kepala Rutan Kelas II B Muntok Usulkan Perbaikan Bangunan

Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Muntok, Abdul Rasyid, Senin (5/4/2021) menyatakan, pihaknya bakal mengusulkan perbaikan bangunan Rutan pasca

bangkapos.com
Kepala Rutan Kelas II B Muntok, Abdul Rasyid.(Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Muntok, Abdul Rasyid, Senin (5/4/2021) menyatakan, pihaknya bakal mengusulkan perbaikan bangunan Rutan pasca kaburnya dua narapidana (Napi) di tempat ini.

"Kami mengusulkan bangunan untuk diperbaiki, karena ini merupakan bangunan lama tahun berdiri 1811. Atap deknya masih berbentuk papan, sebenarnya seharusnya saat ini sudah berbentuk tembok atau sudah dicor untuk bangunan baru," ujar Abdul Rasyid, Senin (5/4/2021).

Selain itu tembok pagar yang mengelilingi Rutan pun, akan diusulkan untuk ditinggikan sekitar dua meter untuk mencegah kembali terjadinya Napi yang kabur dari Rutan ini.

"Untuk tembok pembatas juga kami usulkan ditinggikan dua meter, ataupun kami juga meminta kepada pemerintah setempat untuk dapatlah kami ini tanah yang dapat kami bangun. Ke depan kita juga meminta, untuk adanya penambahan petugas," jelasnya.

Diketahui sebelumnya dua narapidana yakni Satria Nurwega dan Suhendra berhasil kabur dari Rutan Kelas II B Muntok, Selasa (30/03/2021) sekitar 22.00 WIB lalu.

Keduanya diketahui kabur setelah menjebol atap plafon dan keluar melalui genteng, lalu nekat memanjat tembok setelah melakukan sobotase terhadap jaringan listrik Rutan Kelas II B Muntok.

"Mereka kabur dengan membobol dek terus genteng dan berjalan lompat ke bawah, serta manjat tembok menggunakan kain yang mereka rangkai. Mereka kan ada tiga pasang baju untuk, kainnya ada mungkin mereka juga pakai sarung. Kalau kita lihat ada satu meter lebih panjang bajunya, yang digunakan untuk manjat," ucapnya.

Lebih lanjut diketahui saat melarikan diri, terdapat tiga narapidana yang berusaha kabur. Namun saat kejadian satu di antara napi yakni Dedi Afriyanto, mengalami keseleo di bagian kaki setelah lompat dari atas genteng.

"Satu itu dia lompat lalu kakinya keseleo dia melompat dari genteng, lalu dia gak sanggup lagi jadi temen-temennya meninggalkan dia. Untuk sementara kita asingkan, tidak ada berhubungan dengan pihak keluarga dan warga binaan kita menunggu adanya proses pemeriksaan dari Kanwil," katanya.

Sementara itu terkait upaya pencarian, Abdul Rasyid menyatakan, telah mengunjungi pihak keluarga dari kedua narapidana untuk mencari informasi keberadaan kedua narapidana.

"Keluarga ingin membatu apabila mereka ke rumah akan menyerahkan, kita kerjasama dengan Polres, Kodim, Kejaksaan serta Pelabuhan dan Polsek dan juga sudah sampai ini ke Polda Bangka Belitung. Jadi dari pihak keluarga ingin menyerahkan dan mereka juga berusaha, untuk saat ini kabarnya mungkin di hutan sembunyi takut menyerahkan diri," katanya.

Sementara Suhendra merupakan Warga Keranggan, Kecamatan Muntok dihukum selama tujuh tahun enam bulan atas tindak pidana narkotika.

Sedangkan Satria Nurwega warga Desa Mislak, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat di hukum dua tahun enam bulan atas tindak pidana pencurian. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved