Breaking News:

Advertorial

Wali Kota Pangkalpinang Hadiri Dialog Bangka Belitung Merawat Kebinekaan

Menjaga Kebersamaan Tanpa Melihat Perbedaan. WALI KOTA Pangkalpinang Maulan Aklil menghadiri dialog live streaming Bangka Pos dalam momentum perayaan

Bangka Pos/Widodo
DIALOG - Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil, Ketua FKUB Kota Pangkalpinang Kholil Mahfudz, Ketua MUI Kota Pangkalpinang Syamsudin Saleh, dan Kepala Kantor Kemenag Kota Pangkalpinang Abdul Rohim hadir dalam dialog bersama Bangka Pos di Makam Sentosa Pangkalpinang, Minggu (4/4) 

BANGKAPOS.COM -- WALI KOTA Pangkalpinang Maulan Aklil menghadiri dialog live streaming Bangka Pos dalam momentum perayaan Cengbeng di Makam Sentosa, Pangkalpinang, Minggu (4/4) pagi.

Dalam dialog bertema “Bangka Belitung Merawat Kebinekaan” yang dipandu Pemimpin Redaksi Bangka Pos Group Ibnu Taufik Juwariyanto tersebut, Molen sapaan akrab Maulan Aklil hadir dengan mengenakan baju koko berwarna putih, sarung, dan peci hitam.

Pada perayaan Ceng beng bagi umat Konghucu itu, Molen mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kerukunan umat beragama.

Molen sendiri menceritakan, ia hadir mengenakan peci, baju koko, dan sarung karena sebelumnya menjalani salat Subuh di masjid, kemudian bersama rombongan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pangkalpinang, Kemenag, dan MUI meninjau acara di gereja dan dilanjutkan ke acara Ceng beng.

KEGIATAN Gerbang Surga Wali Kota Pangkalpinang Minggu, 4 April 2021
KEGIATAN Gerbang Surga Wali Kota Pangkalpinang Minggu, 4 April 2021 (Bangka Pos/Widodo)

“Pagi tadi kami beserta rombongan salat Subuh ke masjid, kemudian langsung ke gereja dan saat ini langsung ke Festival Ceng beng di Makam Sentosa,” katanya.

Menurut Molen, alangkah baiknya situasi seperti ini selalu ada. Sebab, perbedaan itu merupakan hal yang wajar.

“Saya selaku wali kota menjaga kerukunan umat beragama. Hati kami berbeda, tetapi tetap satu keluarga yang sama,” ujarnya.

“Saya pesan jaga kebersamaan kita. Baru kali ini hadir di gereja pakai kain sarung dan kopiah. Ayo di sini hadir umat beragama yang mengajak kebaikan, mengajak umat beragama untuk rukun, jangan ada pecah belah,” lanjut Molen.

Dia menegaskan, etnis Melayu, Tionghoa, Jawa, dan umat beragama semuanya sama serta dalam satu koridor Pangkalpinang dan Bangka Belitung.

“Kalau ada terjadinya konflik antarumat beragama pastinya selesai kita. Oleh karena itu, kita jaga kebersamaan ini tanpa melihat perbedaan,” tutur Molen.

Halaman
12
Penulis: iklan bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved