Breaking News:

Advertorial

Angkatan LXII Lemhanas RI Lakukan Studi Tata Kelola Pemerintahan di Babel

Kegiatan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) pada Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII.

Diskominfo Babel
Rombongan Lembaga Ketahanan Nasional RI (Lemhannas) berkunjung ke Bangka Belitung (Babel) selama empat hari (5-8 April 2021) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Rombongan Lembaga Ketahanan Nasional RI (Lemhannas) berkunjung ke Bangka Belitung (Babel) selama empat hari (5-8 April 2021). Kunjungan ini merupakan Kegiatan Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) pada Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII.

Tujuan SSDN ini sebagai bekal bagi para peserta PPRA LXII dalam meneliti secara langsung berbagai persoalan di daerah melalui kunjungan studi, audiensi, dan diskusi.

Pada pagi ini Senin (05/04/2021), pertemuan dimulai dengan diskusi bersama antara Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Naziarto dan para peserta PPRA LXII. Diskusi dipimpin oleh Plt Sestama Lemhannas RI, Reni Mayerni dan Irjen Pol Sam Budi Gustian di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Babel.

Diskusi dimulai dengan membahas langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pemerintah provinsi dalam mengatasi potensi hate speech (ujaran kebencian) pada pilkada yang telah berlangsung beberapa waktu lalu. Pasalnya, Bangka Selatan adalah salah satu kabupaten yang berhasil dalam menangani hate speech tanpa gugatan.

Naziarto mengatakan bahwa, langkah yang diambil oleh pemerintah provinsi sebelum pilkada berlangsung yaitu, bersama kabupaten dan kota dan dimotori oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Babel (Kesbangpol), serta KPU, Bawaslu juga partai-partai lainnya untuk duduk bersama guna membahas pengamanan pilkada sehingga berjalan aman dan tertib.

“Bangka Belitung adalah provinsi yang relatif aman. Di mana kebersamaan dan kekeluargaan dari masyarakat Babel sangat erat. Sehingga, kami masyarakat Babel tidak mudah tersulut oleh isu-isu yang tidak benar. Antisipasi kami lakukan dengan duduk bersama dan gencarnya sosialisasi kepada masyarakat dengan strategi approach (pendekatan),” ujarnya.

Diskusi pun mengalir dalam pembahasan dampak pandemi Covid-19 dalam perekonomian di Babel. Di mana para pelaku yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif cukup terpuruk dalam menghadapi situasi pandemi.

Adanya pandemi membuat arus penerbangan mengalami jumlah penurunan yang sangat drastis. Sehingga pengunjung wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara semakin berkurang.

Hal ini juga berdampak kepada pengurangan tenaga kerja yang berada di industri pariwisata. Namun disampaikan oleh Naziarto bahwa, tidak ada tenaga kerja yang di PHK. Para tenaga kerja tersebut hanya dirumahkan yang jumlahnya kurang lebih 3.626 pekerja. 

“Para tenaga kerja tersebut hanya dirumahkan. Apabila kondisi sudah mulai membaik seperti hotel, rumah makan, maka mereka akan dipanggil kembali. Yang dirumahkan tersebut pun mendapatkan hanya separuh gaji, sehingga masih dapat memenuhi kebutuhan keluarganya,” jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Iklan Bangkapos
Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved