Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Atap Rumah Melayang, Merodi Terpaksa Boyong Anak dan Istri Mengungsi, Begini Kisahnya

Tangan Merodi (51) tampak sibuk membersihkan satu demi satu peralatan di rumahnya usai tertimpa hujan semalaman. Tak ada lagi atap pelindung

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Fery Laskari
bangkapos.com
Atap Rumah Merodi (51) di RT 003, RW 001 Kelurahan Gedung Nasional disapu angin kencang, Senin (5/4) malam. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Tangan Merodi (51) tampak sibuk membersihkan satu demi satu peralatan di rumahnya usai tertimpa hujan semalaman. Tak ada lagi atap pelindung dari sengatan matahari siang ini usai diterpa hujan dan terbawa angin kencang, Senin (5/4/2021) malam.

Sesekali Merodi  terlihat menyeka peluh yang manglir dipipinya, sambil membersihkan perlatan rumah yang basah.

Kata Merodi semalam ia yang sedang asik menonton tv bersama anaknya sekitar Pukul 22:00 WIB, tak lama ia langsung bergegas keluar rumah usai mendengar suara jeritan tetangga yang memintanyan keluar sebab atap rumahnya seperti ingin roboh.

Malam itu juga saat masih hujan deras dan angin kencang Merodi langsung membawa anak dan istrinya mengungsi ke rumah adiknya tepat disebelah rumah.

Mulanya ia tak menyangka atap rumahnya akan terbawa angin tadi malam, sebab biasanya setiap hujan dan angin kencang sejak empat tahun terakhir ia tinggal di RT 003, RW 001 Kelurahan Gedung Nasional itu, atap rumahnya tak pernah terpelayang angin.

Kata Merodi ia melihat langsung tadi malam saat atap rumahnya tersapu angin tepat kearah belakang rumahnya. Bukan hanya seng saja tapi atap tersapu angin disertai kayu penyanggahnya.

Hingga siang ini, Selasa (6/4) Pukul 14:00 WIB pantauan Bangkapos.com belum ada juga bantuan pihak mana pun dan rumah Merodi masih tak beratap. Hal ini membuatnya harap-harap cemas lantaran dirinya juga masih mempunyai bayi berumur 7 bulan yang masih ia ungsikan ke rumah adiknya.

Kini bantal-bantal, karpet, baju, dan peralatan lainnya sedang ia jemur di halaman rumah untuk dikeringkan.

Berpenghasilan dari toko kelontong kecil-kecilan di sebelah rumah, Merodi berharap dapat segera bantuan pemerintah agar ia bisa segera kembali kerumah.

Diakuinya pagi tadi ia sudah melaporkan ke ketua RT setempat, dan sudah dikunjungi untuk melihat kondisinya saat ini.

"Kalau ada bantuan dari pemerintah syukur alhamdulillah, kalau enggak ada pun ya sudah lah mau gimana lagi, paling nanti sisa-sisa yang kemarin diambil lagi," ujar Merodi saat ditemui Bangkapos.com di rumahnya yang tak lagi beratap itu.

Kata Merodi, jika tidak ada bantuan terpaksa ia harus tetap tinggal di rumah adiknya sampai atap rumah bisa dibenahi. "Paling enggk nanti ngungsi dulu aja, sampai atap rumah selesai diperbaiki, paling beresin barang-barang dulu ini," ucapnya.

Kini sedikit-sedikit rumahnya ia tutupi menggunakan terpal, sebagai antisipasi jika kembali terjadi hujan. "Yang dilindungi pertama kali alat-alat toko lah, suapaya nanti masih bisa dijual ini lah mata pencarian soalnya," katanya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved