Breaking News:

Ramadhan 2021

Aturan Prokes Salat Tarawih, Berikut Penjelasan Satgas Covid-19 Bangka Belitung

Pemerintah telah mengumumkan memperbolehkan pelaksanaan Salat Tarawih berjemaah di luar rumah pada Bulan Ramadan 2021.

Bangkapos.com/Riki Pratama
Sekretaris Satgas Percepatan, Penanganan Covid-19, Mikron Antariksa. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pemerintah telah mengumumkan memperbolehkan pelaksanaan Salat Tarawih berjemaah di luar rumah pada Bulan Ramadan 2021.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy langsung menyampaikan hal tersebut.

Ia menjelaskan pelaksanaan salat tarawih harus tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Sekretaris Percepatan, Penanganan Satgas Covid-19 Provinsi Bangka Belitung (Babel), Mikron Antariksa, Selasa (6/4/2021) mengatakan, mereka akan mempersiapkan petugas untuk memantau pelaksanaan Salat Tarawih di Provinsi Bangka Belitung dalam Bulan Ramadan nantinya.

Ia mengatakan protokol kesehatan harus tetap dipatuhi oleh warga yang ingin melaksanakan salat berjamaah di masjid.

"Daya tampung masjid kapasitasnya hanya 50 persen, nanti kami melakukan monitoring menyiapkan petugas yang akan turun kelapangan. Mereka memataunya aktivitasnya, kemudian sebelumnya juga kami akan memberikan surat ke pengurus masjid tersebut terkait peraturan dalam salat tarawih," jelas Mikron Antariksa kepada Bangkapos.com, Selasa (6/4/2021) di tempat kerjanya.

Dia, mengatakan aturan dalam melaksanan salat terawih sifatnya hanya himbauan dan tidak ada sanksi apabila melanggarnya.

"Intinya masih tetap menyarankan ibadah dialakukan di rumah saja, tetapi apabila ingin melaksnan ibadah di luar rumah harus mematuhi Prokes. Aturan ini berlaku di semua masjid dari kabupaten hingga kecamatan.Dan itu berdasarkan surat edaran hanya imbauan untuk dapat melaksanakan kebijakan tersebut,"ujarnya.

Selain itu, dia menjelaskan untuk kasus positif Covid-19 di Provinsi Bangka Belitung masih terus bertambah hingga saat ini, sehingga diperlukan langkah penanganan dan pencegahan penyebaranya.

"Karena posisinya di beberapa negara masih terjadi lonjakan baru, seperti di Tiongkong dan mengadakan pengetatan kembali, tentu jangan sampai terjadi di Babel. Kejadian serupa melanda kita sehingga kita perlu memperketatnya kembali," katanya.

Halaman
123
Penulis: Riki Pratama
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved