Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Begini Tips Menghindari Investasi Bodong, Simak Penjelasan Kepala BEI Bangka Belitung   

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Bangka Belitung, Yoseph Kaburuan, Selasa (6/4/2021) memberikan tips menghindari investasi bodong.

bangkapos.com
Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Bangka Belitung, Yoseph Kaburuan. (Bangkapos.com/Widodo) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Cabang Bangka Belitung, Yoseph Kaburuan, Selasa (6/4/2021) memberikan tips menghindari investasi bodong.

Hal itu menurutnya, dikarenakan kasus yang terjadi di Provinsi Bengkulu pada pekan kemarin, di mana terdapat banyak korban dari investasi bodong.

Yoseph mengatakan, cara kerja investasi bodong di banyak tempat, sepertinya sama semua. Dengan memberikan janji-janji dengan imbal hasil yang sangat tinggi, jauh dari bunga deposito.

"Untuk tipsnya pertama, kenali perusahaan yang menawarkan investasi. Perusahaan investasi haruslah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), karena yang mengawasi perlindungan konsumen terkait investasi dan lembaga keuangan adalah OJK," ujar Yoseph kepada Bangkapos.com, Selasa (6/4/2021).

"Jika perusahaannya menawarkan investasi sudah terdaftar dan regulasinya jelas, kita harus cari tahu produk investasinya. Kebanyakan penipuan terjadi dimana perusahaan punya ijin, namun produknya tidak terdaftar," katanya.

Kata Yoseph, itu yang sering dialami oleh masyarakat. Tidak peduli lagi dengan produk apa yang ditawarkan, karena berpikir bahwa perusahaan yang menawarkan tersebut sudah legal.

"Untuk mengecek produk yang terdaftar, saat ini OJK juga sudah lengkapi di website OJK, dimana terdapat list produk investasi yang aman dan dijamin oleh OJK," katanya.

Selain itu, Yoseph menjelaskan tips lainya adalah harus berpikir logis dan legalnya dari produk tersebut. 

"Kita harus berfikir logis dan legal dari produk tersebut. Terkait investasi bodong yang ada di Bengkulu, sangat tidak logis, hampir mirip dengan money game dulu namanya dream for freedom, dalam sebulan bisa dapat 30 persen, ini sangat tidak logis," jelas Yoseph. 

Yoseph menambahkan, orang buka usaha saja, belum tentu bisa dapat 30 persen  dalam 30 hari atau 1 persen dalam sehari.

"Bandingkan dengan bunga deposito, setahun saja hanya 6 sampai 7 persen, belum dipotong pajak. Terkait investasi bodong dalam sebulan bisa dapat 30 persen, ini jelas sangat tidak logis," tegasnya. (Bangkapos.com/Widodo)

Penulis: Widodo
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved