Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kepala Dinas PU Kesal, Kawat Seling Jerambah Gantung Hilang, Begini Katanya

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ruang Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar, Selasa (6/4/2021) mengaku kesal karena kawat seling Jembatan Jer

bangkapos.com
Kawat Seling Jembatan Jerambah Gantung Hilang. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ruang Pangkalpinang, Suparlan Dulaspar, Selasa (6/4/2021) mengaku kesal karena kawat seling Jembatan Jerambah Gantung yang baru saja diresmikan, hilang. Walau sebetulnya harga kawat seling tersebut tidak seberapa, namun tindakan jahil pelaku, sangat meresahkan.

"Kalau harga sih (kawat seling -red) sebetulnya tidak seberapa, satu besi penyambungnya itu hanya berapa ratus ribu, tapi alangkah jahilnya itu saja mau diambil. Itukan memang aksesoris jembatan yang kita buat agar mirip seperti jerambah gantung sungguhan. Kalau itu hilang kan jadi timpang," kata Suparlan kepada Bangkapos.com, Selasa (6/4/2021).

Parlan sapaan akrab Suparlan menegaskan, hilangnya keempat penyambung atau pengunci kawat seling jembatan bukan lah kesalahan kontruksi bangunan.

"Itu tidak ada pengaruhnya dengan kontruksi, sama sekali tidak ada hubungan kan itu hanya aksesories pelengkap agar seolah-olah mirip Jembatan Gantung. Jadi hilang itu murni ada yang ngambil dan membukanya jadi hilang bukan karena kontruksi," tegas Parlan.

Kata Pralan, pihaknya akan segera melakukan penggantian, sebab jembatan tersebut masih masuk dalam pemeliharaan.

"Nanti akan segera kita ganti, jembatan itu masih masuk dalam tahap pemeliharaan jadi masih diganti kontraktor, dalam waktu dekat ini akan segera kita ganti," bebernya.

"Kita sudah tidak tau lagi lah dengan masyarakat kita ini, sebetulnya ini tindakan kriminal cuma mau nangkap orangnya siapa orangnya kita juga tidak tau," tambahnya.

Dia mengimbau masyarakat untuk lebih menjaga jembatan yang sudah dibangun pemerintah kota tersebut.

"Inikan punya kita sama-sama, jembatan itukan dibangun dengan duit rakyat berarti punya rakyat semuanya. Jangan ada tangan-tangan jahil lagi kalau seperti ini terus pembangunan di kota Pangkalpinang ini bisa mandek apa saja mau diganggu," sesalnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved