Breaking News:

Angin Kencang di Babel

Saat Angin Kencang, Kepala BPBD Bangka Belitung Minta Warga Jauhi Pohon

Angin bertiup kencang, Senin (5/4/2021) malam di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel). Akibatnya, banyak pohok tumbang dan atap rumah

Bangkapos.com (dok)
ILUSTRASI : Petugas kepolisian saat mengatur lalu lintas akibat adanya pohon tumbang di Jalan Raya menuju Kawasan Perkantoran Kabupaten Bangka Selatan, Kamis (04/03/2021) sore. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Angin bertiup kencang, Senin (5/4/2021) malam di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel). Akibatnya, banyak pohok tumbang dan atap rumah warga sesapu oleh angin tersebut.

Kepala BPBD Provinsi Bangka Belitung, Mikron Antariksa, Selasa (6/4/2021) mengatakan, akibat kejadian angin kencang pada tadi malam banyak pohon dan fasilitas umum rusak karena tertiup angin.

"Hujan deras dan angin kencang yang berlangsung lebih kurang 20 menit tersebut telah mengakibatkan bencana berupa pohon tumbang dan puting beliung yang menerbangkan atap rumah warga serta menimbulkan korban jiwa dan harta benda," jelas Mikron kepada Bangkapos.com di tempat kerjanya.

Selaim itu, Mikron mengatakan rumah pribadinya juga terkena dampak angin kencang, beberpa atap baja ringan rusak karena tersapu angin kencang.

"Jadi semalam itu tiba-tiba mendadak angin kencang, langsung dari arah barat ke timur, itu di rumah saya pun ada beberapa baja ringan yang terbang melayang menyangkut di kabel listrik sehingga malam itu ada pemadaan lampu cukup lama," jelas Mikron.

Selain kejadian di rumah pribadinya, Mikron, juga menyampaikan beberapa kejadian pohon tumbang dan rumah rusak juga  terjadi di rumah warga lainya.

"Seperti pohon di dekat komplek perkantoran gubernur dan beberapa tempat lainya karena berdasarkan laporan. Ada juga korban jiwa pengendara motor yang terkena muka dan tulak rusuk, kemudian di taman mandara  ada mobil yang tertimpa pohon. Untuk fasilitas umum di kantor lurah Batin Tikal dan parkiran RSBT atapnya juga rusak tersapu angin," jelasnya.

Mikron, menjelaskan, upaya penanganan pertama dilakukan oleh BPBD bersama dengan warga sekitar lokasi bencana dengan melakukan pembersihan pohon-pohon tumbang dan mendata serta membawa korban ke layanan kesehatan terdekat.

Fenomena, ini kata Mikron tentunya harus menjadi kepaspadaan, pasalnya, ada daerah lain di Indonesia seperti NTT dan NTB juga mengalami bencana angin kencang.

"Kita waspada dan berdoa saja karena puncaknya hari ini, enam April  untuk masyarakat tentu saja dengan situasi seperti ini, tidak berada di bawah pohon dan jauh dari tempat pembangkit listrik agar terhindar dari konsleting dan lain lain," jelasnya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved