Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Zirkon Murni Tak Mengandung Radioaktif, Begini Fakta Menurut Dosen Teknik Pertambangan UBB   

Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah mengambil sampel pasir zirkon siap ekspor

istimewa
Dosen Jurusan Teknik Pertambangan UBB, Delita Ega Andini. (Ist) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah mengambil sampel pasir zirkon siap ekspor yang berada di dalam delapan kontainer di Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), Minggu (4/4/2021) lalu.

Diduga kuat, barang yang akan diekspor ke Fujian China tersebut mengandung radioaktif mineral ikutan lainnya, seperti monazite dan ilmenite, sehingga dihentikan proses ekspornya.

Dosen Jurusan Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung (UBB), Delita Ega Andini, Selasa (6/4/2021) menjelaskan, pada umumnya zirkon murni tidak mengandung unsur radioaktif.

"Namun, tidak menutup kemungkinan adanya unsur dan mineral yang berasosiasi dengan mineral zirkon mengandung unsur radioaktif seperti mineral monazit ataupun unsur uranium dan thorium," jelas Delita kepada Bangkapos.com, Selasa (6/4/2021) sore.

Delita yang juga kepala Laboratorium Teknik Pertambangan UBB ini, mengatakan mineral zirkon tidak berbahaya bagi kesehatan.

"Malahan kandungan zirconia mempunyai sifat radioaktif yang rendah yang banyak dimanfaatkan di bidang kimia dan kesehatan,"ujarnya.

Ia menjelaskan, kalau hanya mineral zirkon yang sudah memenuhi kriteria pemurnian atau pengolahan yang sesuai dengan standar, penanganan mineral zirkon tidak harus terlalu ketat. 

"Namun mungkin karena adanya unsur-unsur pengikut atau asosiasi dengan mineral yang berpotensi radioaktif maka penanganannya tersebut harus sesuai dengan prosedur. Karena akan menimbulkan bahaya apabila unsur radioaktif tersebut terekspose,"katanya.

Sementara, Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, Selasa (6/4/2021) mengatakan, sampel zirkon yang telah diambil masih menunggu hasilnya untuk memastikan apakah kadar zirkon yang dikirim mencapai 65,5 persen.

"Kita lihat nanti untuk tindakan sesuai Undang-undang apabila ada pemalsuan seperti itu, misalnya ditulis 65 ternyata hanya 50 berarti surveyornya ada hal dilakukan di luar kewenanganya," jelas Erzaldi Rosman.

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved