Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Makin Tinggi Kadar Zirkron Makin Sedikit Mineral Ikutan

Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menghentikan ekspor 200 ton zirkon.

Bangkapos.com/Yuranda
Dirjen Mineba, Kementrian ESDM, Ridwan Djamaluddin didampingi Kasat Reskrim Polres Pangkalpinang AKP Adi Putra, tinjau Zirkon di Pelabuhan Pangkalbalam, Senin (5/4/2021). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menghentikan ekspor 200 ton zirkon mineral ikutan timah yang akan dikirimkan, pada, Minggu (4/4/2021) melalui Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang.

Tindakan ini dilakukan, karena ada dugaan bahwa mineral zirkon terdapat kandungan mineral lain di dalamnya dan belum dilakukan pemurnian.

Dosen Jurusan Teknik Pertambangan UBB, Delita Ega Andini, ia menjelaskan bahwa zirkon memiliki mineral ikutan lainya.

Apabila makin tinggi kadar zirkon, maka, mineral ikutan lain makin sedikit. 

Kemudian sebaliknya, bila kadar zirkon makin rendah, maka kadar mineral ikutan lainya makin tinggi.

Seperti, apabila kadar zirkon mencapai 65 persen, maka sisanya mineral ikutan lain makin sedikit.

Sebaliknya bila kadar zirkon makin rendah di bawah 65, 64 hingga 50 persen maka kadar mineral ikutan lain makin banyak.

"Jadi dilihat dari persentase berapa kadar zirkonnya, mineral zirkon pada umumnya tidak berwarna bening dan berasosiasi dengan mineral lain seperti albit, biotit, garnet, xenotim, dan monazite," jelas Delita, kepada Bangkapos.com, Rabu (7/4/2021).

Ia mengatakanm untuk melihat kadar pada zirkon juga harus dilakukan melalui uji coba di laboratorium.

"Untuk persentase kadar tidak bisa dikira-kira harus ada uji laboratorium terkait kandungan mineral dan unsur yang ada pada tiap sampel," lanjutnya.

Dia menjelaskan pada tiap sampel pun berbeda-beda kadarnya ini berkaitan dengan kondisi geologi dan tempat terjadinya mineralisasi.

Sementara, untuk kadar ekspor zirkon yang ditetapkan pemerintah berdasarkan peraturan daerah dan peraturan dari kementrian ESDM persyaratan ekspor zirkon harus mencapai kadar 65 persen.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved