Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Soal 200 Ton Zirkon Milik PT CAL Masih Tanda Tanya, Berbagai Pihak Bungkam

Hingga saat ini, kadar 200 ton zirkon milik PT CAL, yang tertahan di Pelabuhan Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel), masih menjadi pertanyaan

Bangkapos.com
Petugas Indonesia Port Corporation (IPC) Pangkalbalam, Pangkalpinang, Bangka Belitung, membongkar karung yang berisi zirkon di dalam depan kontainer, di Pelabuhan Pangkalbalam, Minggu (4/4/2021). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Hingga saat ini, kadar 200 ton zirkon milik PT CAL, yang tertahan di Pelabuhan Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel), masih menjadi pertanyaan berbagai pihak.

Sebab, sampai saat ini belum ada pihak atau instansi terkait yang mau berkomentar dan membeberkan dokumen soal kadar 200 Ton Zirkon tersebut.

Baik Pihak Sucofindo selaku Lembaga Surveyor (LS) maupun Bea Cukai Pangkalpinang.

Raffly, Perwakilan Pihak Sucofindo, enggan berkomentar, soal data dan dokumen Zirkon tersebut. Begitu juga soal kadar.

Sebab kata Raffly, pihaknya memiliki hak merahasiakan privasi perusahaan, terkecuali, hasil lab pihak ESDM telah keluar.

"Untuk sementara saya belum bisa berkomentar, karena ada hak privasi perusahaan yang harus kami jaga,  kecuali nanti kalau sudah ada hasil lab dari kementerian ESDM nanti," ujar Raffly di kantornya, Rabu (7/4/2021) sore.

Demikian halnya Pihak Bea Cukai Pangkalpinang, yang kadar ekspor zirkon mengacu pada Permendag Nomor 96 tahun 2019.

Sementara itu rangkuman isi Permendag Nomor 96 tahun 2019 ada beberapa kategori serta kadar mineral ikutan zirkon.

Di antaranya, zirkonium silikat (Zrsi04) kadar 63 persen, zirkonium silikat (Zrsi04) kadar 63 persen,  zirkonium silikat (Zrsi04) kadar 65,5 persen, zirkonium silikat (Zrsi04) kadar 64 persen dan zirkonia dalam bentuk bubuk / pasiran dengan kadar 99 persen.

Namun, pertanyaaannya kategori yang mana 200 ton zirkon yang akan diekspor PT CAL, Sabtu (3/4/2021) malam lalu.

Sebab, sampai saat ini, belum ada pihak pihak terkait yang menjawab hal tersebut.  Sementara, data yang diperoleh harian ini dari pihak KSOP Pangkalbalam, pada ekspor 300 ton zirkon PT CAL akhir Februari 2021 satu, kadar minimum zirkon yang diekspor PT CAL hanya 64,48 persen (ZrO2).

Jumlah kadar tersebut tak selaras dengan Perda nomor 1 tahun 2019 tentang pengelolaan mineral ikutan dan produk samping timah di Provinsi Bangka Belitung. Di mana kadar ekspor zirkon minimum diangka 65,5 persen. (Bangkapos.com/Antoni)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved