Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Sucofindo Belum Mau Buka Data Kadar Zirkon di Pangkalbalam, Rafly: Kami Jaga Privasi Perusahaan

Zirkon sebanyak delapan kontainer tersebut kini berada di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, setelah sempat akan dikirim ke Tiongkok.

Bangkapos.com/Yuranda
Suasana Kantor PT Sucofindo, Jalan Linggar Jati Kota Pangkalpinang, Rabu (7/4/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pihak PT Sucofindo belum bisa membuka data terkait kadar Zirkon, yang akan dikirim ke Luar Negeri.

Zirkon sebanyak delapan kontainer tersebut kini berada di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung setelah sempat akan dikirim ke Tiongkok.

Sebanyak 200 ton zirkon masih berada di Pelabuhan, sejak Minggu (4/4/2021).

Mineral bukan logam itupun diambil ulang sampel guna diuji kembali di laboratorium oleh Dirjen Minerba Ridwan Djamaluddin, guna mengetahui kadar yang terkandung dalam zirkon tersebut.

Pantauan Bangkapos.com, sejak Rabu (7/3/2021) pagi tadi, mendatangi kantor PT Sucofindo di Jalan Linggar Jati, Gedung Nasional, Pangkalpinang, untuk mengonfikmasi berapa kadar zirkon tersebut berdasarkan hasil uji Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.

Namun, pihak Sucofindo pun belum bisa memberikan keterangan, lantaran Kepala Unit PT Sucofindo, Perwakilan Wilayah Bangka Belitung, Rafly masih menggelar rapat di kantor tersebut.

"Kepala Unitnya sedang rapat, maaf ya," ujar Dela Staff di PT Sucofindo, saat dijumpai Bangkapos.com, Rabu (7/4/2021) pagi.

Kedatangan Bangkapos.com, ke kantor tersebut untuk mengetahui kadar zirkon yang siap kirim itu.

Mengacu pada Peraturan Kementerian Perdagangan (Permendag) nomor 96 tahun 2019, ada beberapa kategori serta kadar mineral ikutan zirkon. Diantaranya, Zirkonium silikat (Zrsi04) dengan kadar 63 persen.

Selain itu, Zirkonium silikat (Zrsi04) dengan kadar 63 persen, Zirkonium silikat (Zrsi04) dengan kadar 65,5 persen, Zirkonium silikat (Zrsi04) dengan kadar 64 persen dan Zirkonia dalam bentuk bubuk / pasiran dengan kadar 99 persen.

Sedangkan, Perda Provinsi Bangka Belitung Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Mineral Ikutan dan Produk Samping Timah mengamanatkan bahwa per tanggal 23 Januari 2021 perdagangan dalam negeri antarpulau produk pasir zirkon dengan ZrSiO4 < 65,5 persen adalah dilarang.

Pada Rabu (7/4/2021) sore, Bangkapos.com, kembali mendatangi Kantor PT Sucofindo, guna mengkonfirmasi hal yang sama. Kedatangan media ini juga disambut baik oleh, Rafly.

Rafly mengatakan, jika ingin informasi secara detail, menganai kadar dari zirkon yang ada, silakan layangkan surat resmi kepada pihaknya, sebagai permohonan peliputan di sini, agar mereka memfasilitasi hal tersebut.

"Kalau data secara detail tidak bisa, kami juga menjaga privasi perusahaan. Kalau mau silakan layangkan surat resmi peliputan, nanti kami sampaikan ke Pusat," kata Rafly, di Kantor PT Sucofindo, Jalan Linggar Jati Kota Pangkalpinang.

Bangkapos.com/Yuranda

Penulis: Yuranda
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved