Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Bareskrim Polri Tunggu Hasil Lab 200 Ton Zirkon di Pangkalbalam, Jika Tak Sesuai akan Ditindak Tegas

Dittipidter Bareskrim Polri, akan melakukan penegakan hukum jika 200 ton zirkon yang tertahan di Pelabuhan Pangkalbalam, tidak sesuai aturan ekspor.

(Bangkapos.com/Yuranda)
Direktur Tipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol Pipit Rismanto, di Ruang Pertemuan di Novotel Bangka hotel and Convetion Centre, Kamis (8/4/2021). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri, akan melakukan penegakan hukum jika 200 ton zirkon yang masih tertahan di Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang, Bangka Belitung, tidak sesuai aturan ekspor.
.
Oleh karenanya, Direktur Tipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol Pipit Rismanto, masih menunggu hasil dari dua laboratorium yang sedang melakukan pengujian terhadap zirkon yang akan diekspor itu.

Sampel zirkon diuji di laboratorium di Sucofindo dan Laboratorium Universitas Indonesia.

"Jika nantinya dari sampel tersebut betul ada unsur mineral lain dan kadarnya tidak sesuai akan dilakukan penegakan hukum," kata Brigjen Pol Pipit Rismanto, di Rapat Koordinasi Penanganan Limbah Tambang Timah di Provinsi Bangka Belitung, di Ruang Pertemuan di Novotel Bangka hotel and Convention Centre, Kamis (8/4/2021)

Penegakan hukum itu, akan lakukan pihaknya sampai kepada melakukan pengecekan, dan sudah berapa lama dan berapa banyak yang sudah melakukan pengiriman. Termasuk surveyornya juga harus diperiksa.

"Bahkan perusahaan-perusahaan lain, bisa dilakukan Assesment atau dilakukan penyelidikan. Perusahaan-perusahaan lain kemungkinan kelakuannya sama, ini hanya kebetulan PT Cinta Alam Lestari (CAL) saja," katanya.

"Ini kadang kecemburuan sosial saja. Kemungkinan teman-teman yang memberikan informasi dan yang lainnya itu, mungkin juga dari lawan mainnya. Merasa cemburu lawan lainnya. Untuk itu, satu sampel tapi pemeriksaannya menyeluruh kepada semua perusahaan," ungkapnya.

Katanya, intinya kalau menginginkan sentralnya pengawasan di Bangka Belitung, maka harus dibentuk juga pengawasan dibeberapa daerah lainnya.

"Kemudian, untuk antisipasi pergerakan pergerakan kapal dan lainya, dari Arah Jakarta dan Kepulauan Riau (Kapri) kepada rekan-rekan dari TNI AL, dan Polair agar mengantisipasinya, hal ini pengawasan," ucapnya.

(Bangkapos.com/Yuranda)

Penulis: Yuranda
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved