Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Gubernur Berharap Adanya Investasi Teknologi Pemisahan Mineral di Bangka Belitung

Teknologi untuk melakukan pemisahan mineral ikutan timah masih menjadi kendala Pemerintah Provinsi Bangka Belitung

Bangkapos.com/Anthoni Ramli
Owner PT Bersahaja (Bersama Sahabat Jaya), Arbi Leo saat menerima Kunjungan Gubernur Babel Erzaldi Rosman dan rombongan Kemenko Merves, Kamis (8/4/2021) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Teknologi untuk melakukan pemisahan mineral  ikutan timah masih menjadi kendala Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dalam memanfaat mineral ikutan seperti monazite, zirkon, ilmenit, senotim, rutil dan mineral lainnya.

Sebagai daerah penghasil hasil tambang timah terbesar di Indonesia pemanfaat mineral ikutan lain di Babel belum tergarap secara maksimal.

Banyak mineral yang dijual begitu saja, tanpa ada pemasukan ke pemerintah pusat hingga daerah.

Untuk itu, menurut Gubernur Provinsi Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, tujuan dibuatkan satgas oleh Kemenko Marves untuk mengatur dan menyediakan teknologi terkait pemisahan mineral ikutan lain nantinya.

"Satgas ini membuat kebijakan melakukan tindakan yan salah harus ditindak dan merumuskanlah kebijakan dibuat tadi. Sehingga proses usaha dilakukan masyarakat dan perushaan kalau memang betul niat membangun daerah kita mengamankan sumber daya alam ini, diharapkan bisa berjalan dengan baik," jelas Erzaldi kepada Bangkapos.com, Kamis (8/4/2021) di kantor gubernur.

Dia mengatakan, pemurnian mineral harus dilakukan secara benar, dengan dibuatkan aturan melalui satgas yang akan terbentuk dalam waktu dekat ini.

"Satgas nanti minta segera untuk industrisiasi, tetapi tidak mungkinlah mau investasi sebegitu besar dari daerah. Jadi, sekarang kita berupaya mengundang orang berinvestasi, tetapi tolong diatur dahulu selama ini kan dikuasai PT Timah, sudah di dorong PT Timah tetapi tidak pernah bagus hasilnya, mengolah timah saja masih balok," ungkap Erzaldi.

Mantan Bupati Bangka Tengah ini mengatakan, pemurnian mineral ikutan timah dapat dilakukan apabila sudah memiliki teknologi dan aturan yang jelas agar dapat bermanfaat secara maksimal.

"Semua bisa dilakukan pemurnian, tetapi harus dilakukan secara aturan, seperti zirkon dimurkinkan silakan. Tetapi ada hal belum diatur disini, orang tidak tahu harga monazite kemudian dimurnikan dipecahkan lepas menjadi LTJ harganya belum seberapa setelah diproses ini. Karena selama ini kita abai seharusnya tidak boleh," katanya.

Ia menjelaskan, setelah satgas yang dibentuk Menko Marves,  diharapkan dapat langsung bekerja untuk menata niaga hingga penindakan aktivitas pertambangan di Provinsi Bangka Belitung.

"Setelah bahan kita sudah kumpulkan dari diskusi akan dibahas tingkat eselon satu. Satgasnya dalam Minggu ini langsung bekerja, harapan kami juga bisa posko Satgasnya di Babel, jangan di Jakarta sulit berkomunikasi,"harapnya.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved