Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Mineral Ikutan Aset Kekayaan Bangka Belitung Harus Dijaga

Owner PT Bersahaja (Bersama Sahabat Jaya), Arbi Leo, mengapresiasi perhatian serta kunjungan pemerintah pusat dan daerah ke pabrik pengolahan mineral

Wikimedia via Tribunnewswiki.com
Memahami Apa Itu Zirkon, Mineral di Bangka Belitung yang Pengirimannya ke China Menuai Polemik - Zirkon adalah batu mineral dengan beberapa macam warna. Dengan rumus kimia ZrSiO4 (zirkonium silikat), bobot jenis 4-4,8, kekerasan 7-7,5, mempunyai kemampuan mendispersikan cahaya sehingga kelihatan berkilauan yang hanya kalah dari kilauan intan. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Owner PT Bersahaja (Bersama Sahabat Jaya), Arbi Leo, mengapresiasi perhatian serta kunjungan pemerintah pusat dan daerah ke pabrik pengolahan mineral ikutan yang dikelolah oleh pihaknya, Kamis (8/4/2021).

Perhatian khusus ini, diharapkan mampu menjadikan energi positif bagi daerah Bangka Belitung (Babel). 

"Kenapa kami sangat mengapresiasi karena dengan adanya perhatian khusus ini,  ke depannya aturan ini akan mencegah pihak pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menjual mineral ikutan yang ada di Pulau Bangka," kata Arbi Leo, Kamis (8/4/2021)

Sebab kata Arbi Leo, potensi mineral ikutan yang ada merupakan  aset kekayaan Babel, yang harus dijaga pemanfaatannya.

"Karena, manfaat dari mineral ikutan ini sangat banyak dan besar,  ini bisa kita manfaatkan untuk membangun Babel, terutama itu mineral monasitnya," tambahnya.

Di mana,  menurut Arbi Leo, di monasit itu, terdapat logam tanah jarang (LTJ)  rare earth yang sangat dibutuhkan dunia.

Baik di sektor industri eletronik, maupun kesehatan, semua membutuhkan rare earth.

"Dimonasit ini terdapat LTJ rare earth, seperti kita tahu saat ini dunia sangat membutuhkan LTJ. 
Baik itu industri eletronik, kesehatan semua membutuhkan rare earth, jadi harus kita jaga makanya saya apresiasi sekali mendapat perhatian pusat dan daerah semacan ini," tegasnya.

Terlebih kata Arbi Leo, sejak awal melakoni usaha pemurnian mineral tersebut, pihaknya selalu mengikuti aturan serta regulasi yang ada.

"Semakin regulasi pengelolaan mineral ikutan ini diperketat kami semakin senang, karena kami mengikuti semua regulasi yang ditetapkan pemerintah," katanya.

Tidak hanya zirkon, namun dari pemurnian tersebut juga menghasilkan mineral ikutan lainnya, seperti elminit serta timah  kadar satu dua persen.

"Hasil pengelolaan kita,  zirkon,  elminit timahnya dapat lagi walaupun satu dua persen tapi ada lagi. Itulah yang luar biasanya. Dari smelter tadinya sudah dibuang ternyata masih ada timahnya, artinya termanfaar maksimal. Namun yang paling penting monasitnya," tegasnya. (Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Fery Laskari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved