Breaking News:

Berita Kriminal

Polisi Tangkap Tujuh Terduga Pelaku Pengguna Surat Rapid Antigen Palsu

Lima orang calon penumpang kapal dan dua orang calo diamankan karena diduga mengggunakan surat rapid antigen palsu. Para terduga pelaku saat ini masih

bangkapos.com
Kapolres Bangka Barat, AKBP Fedriansah saat dikonfirmasi terkait lima calon penumpang kapal yang menggunakan surat rapid antigen palsu, Kamis (8/4/2021). (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy) 

BANGKAPOS.COM , BANGKA - Lima orang calon penumpang kapal dan dua orang calo diamankan karena diduga mengggunakan surat rapid antigen palsu. Para terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan.

Kapolres Bangka Barat (Babar), AKBP Fedriansah, Kamis (8/4/2021) menjelaskan seputar identitas dan kronologis kejadian.

Kejadian bermula, Rabu (7/4/2021) kemarin. Ketika itu  lima calon penumpang kapal asal Belinyu, Kabupaten Bangka berinisial B (28), E (25), IY (21), AM (21) dan A (41), ditangkap saat tiba di Pelabuhan Tanjung kalian menggunakan satu unit mobil travel.

"Lima orang yang menggunakan surat palsu, lalu makelar itu supir dan penghubungnya jadi total ada tujuh orang yang diamankan," ujar AKBP Fedriansah.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan Polres Bangka Barat, pada surat rapid antigen diduga palsu itu tercantum nama Rumah Sakit Medika Stania.

Setelah dikroscek, pihak rumah sakit yang dimaksud diketahui tidak pernah mengeluarkan surat rapid antigen untuk kelima calon penumpang ini.

"Berdasarkan penyelidikan jadi dari surat rapid test ini, telah dikonfirmasi Kepada Medika Stania bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan hasil rapid test lima dokumen ini. Jadi terhadap lima dokumen ini, dinyatakan bukan keluaran dari Medika Stania," jelasnya.

"Kemudian kita konfirmasi kepada lima orang calon penumpang kapal ini, ternyata mereka memang tidak pernah mengikuti prosedur swab dari mana pun," tambahnya.

Hasil penyelidikan Polres Bangka Barat juga diketahui kelima calon penumpang, membayar Rp380 Ribu untuk paket perjalanan termasuk surat rapid antigen dan tiket kapal.

"Mereka ini diiming-imingi karena mereka pengen cepat dan bisa lancar, ya mereka bayar untuk dapat suratnya. Padahal kalau swab harganya juga sama, ini merupakan total ongkos yang harus dibayarkan dengan biaya mobil Rp380 Ribu langsung dengan surat antigen itu," jelasnya.

Saat ini Polres Bangka Barat masih terus melakukan penyelidikan, terkait pembuatan surat rapid antigen palsu yang digunakan kelima calon penumpang kapal untuk menyeberang dari Pelabuhan Tanjungkalian.

"Calo inisial FK dan BS mereka ini berdomisili di Muntok, masih kita dalami yang bikin suratnya di mana. Yang jelas ini berawal dari diamankannya lima orang, kemudian dibawa ke Polres Bangka Barat. Kita masih melakukan proses penyidikan, masih kita periksa, kemungkinan kita akan melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan," tegasnya.

Pada aakhirnya, Kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan pemerintah terkait aturan perjalanan.

"Kepada masyarakat patuhi aturan yang sudah ditetapkan pemerintah, saya harapkan tidak terulang lagi kejadian ini. Karena ini merugikan, seharusnya bisa melakukan perjalanan dengan aman, tapi dengan dipalsukan malah terlibat masalah hukum," tegasnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved