Breaking News:

Ramadhan 2021

Stok dan Harga Aneka Jenis Cabai Alami Fluktuasi, KPPU Lakukan Pengawasan Menjelang Ramadhan

- Stok dan harga kebutuhan bahan pangan pokok di Bangka Belitung terutama berbagai jenis cabai mengalami fluktuasi (keadaan turun-naik harga).

Bangkapos.com/Widodo
Cabai rawit dan keriting yang tersedia di pasar burung Jl Trem Kota Pangkalpinang pada Senin (15/3/2021). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Stok dan harga kebutuhan bahan pangan pokok di Bangka Belitung terutama berbagai jenis cabai mengalami fluktuasi (keadaan turun-naik harga).

Kondisi ini berlaku juga di provinsi wilayah dua yakni Lampung, Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Hal ini berdasarkan dari pantauan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah II, bahwa sejak tahun 2021, seperti komoditas cabai merah keriting, cabai rawit merah, cabai rawit hijau, bawang merah, bawang putih, ayam broiler dan telur ayam broiler mengalami fluktuasi sedangkan untuk komoditas daging sapi terpantau stabil.

Kepala Kantor KPPU Wilayah II, Wahyu Bekti Anggoro mengatakan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di Bulan Ramadhan tahun 2021, pihaknya gencar melakukan pemantauan harga-harga kebutuhan pokok.

"Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga selama bulan suci Ramadhan," kata Wahyu dalam rilis yang dikirimkan pihaknya kepada Bangkapos.com, Kamis (8/4/2021).

Dia menambahkan sebagai wujud komitmen KPPU dalam upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok pada sektor pangan strategis di Wilayah kerja Kantor Wilayah II, maka selama Bulan Ramadhan KPPU siap untuk terus mengawasi harga di tingkat pasar dan melihat berbagai aspek yang terjadi dalam sudut pandang regulasi serta kebijakan baik ditingkat daerah dan nasional.

"KPPU akan mewaspadai peningkatan harga pangan untuk melakukan penilaian apakah peningkatan harga terjadi karena permintaan pasar yang tinggi atau terjadi karena adanya praktek-praktek yang bertentangan dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat," kata Wahyu.

KPPU juga akan terbuka untuk menerima laporan dari masyarakat jika ditemukan adanya indikasi pelanggaran terhadap UU Nomor 5 tahun 1999 yang berdampak pada adanya hambatan pada pasokan dan distribusi, serta meningkatnya harga bahan pangan pokok ditingkat konsumen.

(Bangkapos.com/Rilis/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved