Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Tata Niaga Lada Bangka Belitung, Ekspor Lada Harus Gunakan IG Muntok White Pepper

Ekspor harus lolos uji mutu standar SNI 1 atau SNI 2 dari Laboratorium Pengujian Balai Pengujian Standar Mutu Barang Disperindag.

Bangkapos.com/Riki Pratama
Direktur Kantor Pemasaran Bersama (KPB), Saparudin 

"Karena lada Babel memiliki aroma dan tingkat kepedasan lada provinsi Bangka Belitung yang mencapai 7 hingga 9 ini, menjadi daya tarik negara lain untuk mencampurkan lada asal Babel. Karena tingkat kepedasan lada kita jauh di atas lada Vietnam," katanya.

Selain itu, terkait adanya dugaan lada Babel  dicampuri dengan lada dari negara lain, apabila terbukti, gubernur akan mengirim peringatan kepada pihak asing yang mencoba berani memcampur lada Babel di pasar Internasional.

"Kita akan ke pengadilan Internasional jika ditemukan lada yang berasal dari Babel tetapi berlabelkan negara lain, karena kekuatan kita dari Indikasi Geografis," jelasnya.

Sementara, harga lada putih di Bangka Belitung telah tembus Rp 96 ribu per kilogram. 

Lada yang dikenal dengan brand Mentok White Papper itu, melejit hingga dari sebelumnya senilai Rp 90 ribu per kilogram.

Dari data yang dikeluarkan oleh Kantor Pemasaran Bersama (KPB) Provinsi Kepulauan Babel, per tanggal 1 April 2021, merinci lada dengan kualitas MQ atau kualitas lada yang merupakan hasil panen dari petani yang belum disortir dan uji lab, berada diharga beli Rp 90.000 per kilogram.

Data ekspor lada putih Babel pada 2020 ke-13 negara tujuan total mencapai 7.000 ton.

13 Negara tujuan ekspor tersebut adalah Thailand 221 ton, Singapore 355 ton, Malaysia 127 ton, Belanda 73 ton, Jerman 384 ton, perancis 105 ton, India 288 ton, Vitnam 775 ton, Jepang 630 ton, Cina 66 ton, USA 617 dan Taiwan 299 ton.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved