Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Bea Cukai Pangkalpinang Ungkap Kronologi Gubernur Cegah Ekspor 200 Ton Zirkon oleh PT CAL

200 Ton zirkon yang dikemas dalam 8 kontainer itu sudah sempat dinaikkan ke atas kapal dalam pengawasan ketat petugas Bea dan Cukai.

Bangkapos.com/Yuranda
Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC), Pangkalpinang, Yetty Yulitanti. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KKP) Bea dan Cukai Pangkalpinang, Bangka Belitung, menyebutkan PT Cinta Alam Lestari (CAL) mengajukan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) sebanyak delapan kontainer pada tanggal 1 April 2021 lalu.

200 Ton zirkon yang dikemas dalam 8 kontainer itu sudah sempat dinaikkan ke atas kapal dalam pengawasan ketat petugas Bea dan Cukai. Namun akhirnya diturunkan kembali setelah Bea dan Cukai menerima surat dari Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman agar tak diizinkan ekspor.

Dengan melampirkan Invoice, Packing List, laporan pemeriksaan Surveyor dan Ceritficate of Analys (COA) ke Kantor Bea Cukai Pangkalpinang melalui modul PEB secara online.

"Pasir zirkon seperti dapat dilihat pada INSW merupakan barang yang dilarang dan dibatasi ekspornya sesuai dengan kadar tertentu," kata Kepala KPP Bea dan Cukai Pangkalpinang, Yetty Yulitanti, Jumat (9/4/2021).

Katanya, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 96 Tahun 2019 tentang ketentuan ekspor produk pertambangan hasil pengolahan dan pemurnian.

Pasir zirkon yang dibatasi ekspornya adalah Zirkonium silikat (ZrSi04) dengan kadar >= 63% (Zr02 + Hf02) dso = 1,43 ± 0,16 pm, >= 62% (Zr02 + Hf02) dm, =1,1 ± 0,2 pm.

Zirkonium silikat (ZrSi04) dengan kadar >= 65,5% (Zr02 + HfO2) lolos saringan 60 mesh >= 95%. Zirkonium silikat (ZrSi04) dengan kadar >= 64% (Zr02 + HfO2) lolos saringan 325 mesh >= 95% . ekspor barang tersebut harus dilengkapi dengan laporan surveyour (LS).

Yetty juga menyampaikan, kronologi penerimaan dokumen pada tanggal 1 April 2021 tersebut adalah sebagai berikut, Penerimaan dokumen di Indonesia Nasional Singel Window ( INSW), Status Dokumen Analyzing Point INSW diselesaikan petugas Analyzing Point, Proses pada INSW selesai.

Sistem Ceisa terima data PEB, selanjutnya proses validasi PEB oleh system CEISA Ekspor, Billing untuk PPh pasal 22 ekspor terbit.

Setelah itu dilakukan pembayaran oleh pihak eksportir, dan sistem CEISA melakukan rekonsiliasi SSPCP, dan Penjaluran oleh sistem terseleksi sebagai hijau serta menerbitkan, Nota Pelayanan Ekspor (NPE).

Halaman
1234
Penulis: Yuranda
Editor: El Tjandring
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved