Breaking News:

Human Interest Story

Dua Kali Lebaran Tak Mudik, Gia Rindu Opor Ayam Masakan Ibu

Rasa sedih menyelimuti hati Gia (24) usai mengetahui kabar larangan mudik dari pemerintah.

Istimewa
Ilustrasi kampanye jangan mudik saat lebaran di tengah pandemi Covid-19 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Rasa sedih menyelimuti hati Gia (24) usai mengetahui kabar larangan mudik dari pemerintah.

Tak banyak yang dapat diperbuatnya, demi keamanan bersama agar tak meluaskan penyebaran Covid-19, gadis ini memaklumi larangan tersebut.

Terhitung dua kali lebaran, Gia yang sudah merantau di Bangka Belitung selama setahun tiga bulan ini tak pulang kampung ke Bekasi, Jawa Barat saat Hari Raya Idul Fitri.

Suasana lebaran yang paling dirindukan selain berkumpul bersama keluarga, disebutnya adalah masakan sang ibu tercinta yakni opor ayam yang selalu dinantinya.

"Momen yang saya rindukan, tentunya masakan ibu saya dong, sama kumpul-kumpul bersama keluarga dan bagi-bagi rezeki bersama keponakan-keponakan," ungkap Gia kepada Bangkapos.com, Jumat (9/4/2021).

Dengan lapang dada, pegawai di instansi vertikal, BPKP Provinsi Bangka Belitung ini akan mengikuti aturan pemerintah karena di sisi lain, dirinya juga takut menjadi pembawa virus di lingkungan keluarga.

"Walau ibaratnya Idul Fitri bulan yang penting untuk silahturahmi, tapi Insyaallah masih bisa ketemu di lain waktu. Nanti rencanakan akan mengirimkan paketan lebaran buat keluarga besar paling makan-makanan khas sini seperti pempek, kericu, kemplang dan kerupuk lainnya," kata Gia.

Berkaca dari lebaran sebelumnya, ketika tidak mudik maka akan melakukan silahturahmi dengan rekan kantor, tetangga di sekitat tempat tinggal.

"Alhamdulillah kemarin juga kebetulan sempat pulang, jadi sudah ngasih tahu dan silahturahmi duluan ke keluarga dan temen karena tak bisa pulang pada saat lebaran nanti," kata Gia.

Kisah dan perasaan sedih serupa juga dialami oleh, Qonita, pegawai Taspen Pangkalpinang yang sudah hampir dua tahun merantu dari Palembang.

"Perasaan saya sedih karena ini tahun kedua saya tak bisa pulang kampung menemui keluarga pada hari lebaran ini," kata Qonita.

Perempuan lajang ini mengaku sebagai perantau sebelum Covid-19 ini, setiap tahunnya pasti dia mudik H-3 sebelum lebaran dan memanfaatkan cuti bersama yang cukup lama dulunya.

"Rindunya momen kumpul bareng keluarga tentunya, palingan kalau tidak pulang, silahturahmi secara virtual sama keluarga. Di sini nanti ketika lebaran, palingan berkunjung ke rumah rekan-rekan kantor dan sesama teman perantauan. Saya berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir, segera normal kembali dan kita tetap harus optimisme," kata Qonita.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved