Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Ini Sikap Bea Cukai Jika Terjadi Perbedaaan Hasil Lab, Ada Unsur Kesengajaan bisa Masuk Ranah Pidana

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pangkalpinang, mengambil sampel 200 ton zirkon milik PT Cinta Alam Lestari.

Bangkapos.com/Yuranda
Petugas Indonesia Port Corporation (IPC) Pangkalbalam, Pangkalpinang, Bangka Belitung, membongkar karung yang berisi Zirkon di dalam depan kontainer, di Pelabuhan Pangkalbalam, Minggu (4/4/2021). 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pangkalpinang, mengambil sampel 200 ton zirkon milik PT Cinta Alam Lestari (CAL), yang batal ekspor dan tertahan di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang.

Tidak hanya bea cukai, namun Tim Dirjen Kementrian ESDM dan Sucofinfo selaku surveyor, juga turut mengambil sampel zirkon untuk dilakukan pengujian kembali.

Kepala KPPBC  Pangkalpinang, Yetty Yulitanti, menegaskan pihaknya akan mengambil sikap,  jika adanya perbedaan hasil uji lab 200 ton zirkon tersebut.

Pasalnya, kata Yetty jika terbukti adanya unsur kesengajaan pemberitahuan tidak benar, tindakan tersebut bisa masuk ke ranah pidana. 

"Kalau memang itu berbeda hasilnya,  nanti kita proses, periksa dulu, panggil kenapa bisa beda. Apakah nanti ada arah dia melakukan kesengajaan kita dalami dulu. Ini berlaku buat semua bukan kasus ini saja,  melakukan kesengajaan pemberitahuan tidak benar ranahnya pidana," tegas Yetty  di ruang kerjanya, Jumat (9/4/2021)

Menurut Yetty, ada dua hal yang membuat pihak Bea Cukai, menghold ekspor 200 Ton Zirkon milik PT CAL.

Pertama adanya permintaan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung,  Erzaldi Rosman. Kedua Permintaan Dirjen Minerba dan Dirjen Bea Cukai.

"Itu dasar kita kemarin menghold ekspor SOP-nya begitu. Kalau kita sudah menurunkan nota intelejen itu proses selanjutnya adalah kita akan melakukan pemeriksaan fisik,  kalau sebelumnya kan jalur mereka jalur hijau," bebernya.

Menurut Yetty, pihak Sucofindo menjadi pihak yang mempunyai kapasitas memeriksa muatan ekspor 200 ton Zirkon PT CAL, sebab, termasuk dalam jalur hijau.

"Yang melakukan pemeriksaan fisik surveyor, sekarang karena ada rekom pihak terkait,  bea cukai mengeluarkan nota intelejen artinya tindaklanjuti dan diperiksa," bebernya.

"Jalur hijau artinya tanpa pemeriksaan fisik, Yang jalur merah itu cuma profil komoditi komoditi tertentu, misalanya CPO karena dia ada bea keluarnya. Jadi kita pemeriksaan fisik karena kaitannya berapa biaya bea yang akan mereka keluarkan,"  jelas Yetty.

(Bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved