Breaking News:

KPK Diminta Kembalikan Kepercayaan Publik Setelah Pegawainya Curi 1,9 Kg Emas Barang Bukti

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk mengambil tindakan untuk mengembalikan kepercayaan publik.

Editor: Dedy Qurniawan
facebook
KPK Diminta Kembalikan Kepercayaan Publik Setelah Pegawainya Curi 1,9 Kg Emas Barang Bukti - Ilustrasi emas batangan 

BANGKAPOS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk mengambil tindakan untuk mengembalikan kepercayaan publik.

Hal ini diminta Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi menyikapi adanya pegawai KPK yang mencuri 1,9 kilogram emas yang merupakan barang bukti.

Andi Rio Idris Padhalangi mengapresiasi Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) yang memberikan sanksi tegas terhadap pegawai KPK berinisial IGA di bagian Direktorat Pengelolaan Barang Bukti dan Ekseusi yang diduga melakukan pencurian terhadap barang bukti 1,9 Kg emas.

"Pemecatan secara tidak hormat tersebut merupakan pembelajaran bagi pegawai KPK untuk tidak bermain main dengan barang sitaan, jangan sampai barang sitaan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi," kata Andi Rio kepada Tribunnews, Jumat (9/4/2021).

Politikus Partai Golkar itu berharap KPK dapat mengembalikan kepercayaan publik setelah peristiwa ini.

Jangan sampai citra lembaga anti-rasuah buruk di mata publik karena satu di antara oknum pegawai KPK yang melakukan tindak pidana pencurian.

"Jangan sampai peristiwa ini terulang kembali dan menjadi catatan buruk di tengah masyarakat," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial IGA kedapatan mencuri emas batangan seberat 1,9 kilogram.

Baca juga: Pegawai KPK Curi Emas Barang Bukti Korupsi karena Terlilit Utang Ikut Investasi

Baca juga: Kekayaannya Rp 13 Triliun, Ini Sosok Samin Tan Orang Terkaya dan Buronan yang Ditangkap KPK

Emas itu merupakan barang rampasan perkara korupsi atas nama Yaya Purnomo, mantan Pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Anggota Satuan Tugas pada Direktorat Barang Bukti dan Eksekusi (Labuksi) itu diduga mengambil emas batangan itu dan digadaikan untuk pembayaran utang.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved