Breaking News:

Pegawai KPK Curi Emas Barang Bukti Korupsi karena Terlilit Utang Ikut Investasi

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijatuhi sanksi etik berat lantaran menggadaikan barang bukti berupa emas seberat 1,9 kilogram

facebook
Ilustrasi Pegawai KPK Curi Emas Barang Bukti Korupsi karena Terlilit Utang Ikut Investasi 

"Pada akhirnya barang bukti ini pada Maret 2021 berhasil ditebus oleh yang bersangkutan dengan cara mendapatkan berhasil menjual tanah warisan orang tuanya di Bali," ucap Tumpak.

Jumlah dana segar yang berhasil didapatkan IGAS usai menggadaikan emas barang bukti kasus korupsi jumlahnya Rp 900 juta. Sementara untuk nilai total emas yang dicuri lalu digadaikan ditaksir mencapai Rp 1,63 miliar.

Forex Lebih Beresiko

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan "bermain" instrumen keuangan forex lebih berisiko dibanding saham. 

Nafan menjelaskan, investasi forex lebih rumit karena ada pilihan beli dan jual sekaligus, beda dengan saham yang utamakan membeli. 

"Untuk forex, kita ambil dua keputusan beli dan jual (kapan). Kalau saham kan biasanya itu beli saja, lebih baik seperti itu (saham)" ujarnya kepada Tribunnews, belum lama ini. 

Kedua, dia menjelaskan, forex sangat likuid, apalagi jika main di mata uang poundsterling (GBP), dolar Amerika Serikat (USD), dan euro (EUR). 

"GBP, USD, EUR per detik akan berubah. Kalau saham tidak terlalu karena volatilitas tinggi," kata Nafan. 

Kendati demikian, dia menambahkan, saat ini mulai bermunculan influencer yang juga memberikan pemahaman dalam investasi forex, sehingga investor dapat belajar mendapatkan keuntungan. 

"Zaman dulu belum ada influencer, sekarang sudah ada di YouTube. Menggandeng Youtuber, mengajarkan begini begitu," pungkasnya.

Halaman
1234
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved