Breaking News:

Pegawai KPK Curi Emas Barang Bukti Korupsi karena Terlilit Utang Ikut Investasi

Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijatuhi sanksi etik berat lantaran menggadaikan barang bukti berupa emas seberat 1,9 kilogram

facebook
Ilustrasi Pegawai KPK Curi Emas Barang Bukti Korupsi karena Terlilit Utang Ikut Investasi 

Beli saham pakai kepala dingin

Sementara itu, analis pasar keuangan Ariston Tjendra menilai investor saham harus menyiapkan dana dingin biar tidak berujung setres dan melakukan hal yang tidak seharusnya. 

Menurut dia, investor sebisa mungkin pantang untuk memakai dana panas berupa pinjaman ketika berinvestasi saham. 

"Artinya dana yang tidak dipakai untuk operasional harian atau kebutuhan lainnya. Tidak boleh dana pinjaman, sehingga bila terjadi kerugian, tidak setres," ujarnya, Selasa (23/3/2021).

Selain itu, lanjutnya, investor harus menyadari bahwa investasi di pasar saham itu memiliki risiko kerugian kapanpun. 

Maka, investor harus mengedukasi diri sendiri dengan berbagai pengetahuan soal cara atau strategi trading dan manajemen risiko. 

"Lebih baik investor pemula bertransaksi saham bukan karena ikut-ikutan, tapi mendasarkan transaksinya dengan analisa sendiri, sehingga bila harga saham yang dipilih berbalik turun, investor sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi hal tersebut," papar Ariston.

Cutloss atau Hold?

Dipaparkan lebih lanjut, berinvestasi saham memang bisa mendapatkan keuntungan tinggi dibanding instrumen lainnya, tapi ada juga risikonya yakni ketika harga mengalami penurunan. 

Ketika harga saham sedang turun maka ada dua pilihan, yakni menjualnya dalam posisi rugi atau cutloss dan tetap bertahan dengan harapan bisa naik harganya atau hold. 

Halaman
1234
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved