Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Pemerintah Larang Mudik Lebaran, Heru Santoso Terpaksa Memendam Rindu pada Keluarga di Pulau Jawa 

Pemerintah secara resmi telah melarang kegiatan pulang kampung atau mudik selama periode libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Tujuanya demi untuk

bangkapos.com
ILUSTRASI: Pasca terbitnya peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 25 Tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik idul fitri Tahun 1441 Hijriah dalam rangka penyebaran Covid 19, aktivitas di Pelabuhan Tanjungkalian Muntok, Senin (27/4/2020) pagi, nampak lengang 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Pemerintah secara resmi telah melarang kegiatan pulang kampung atau mudik selama periode libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Tujuanya demi untuk menekan penyebaran Covid-19.

Perjalanan yang dilarang adalah perjalanan lintas kota/kabupaten/provinsi/negara di dalam rentang waktu yang telah ditentukan, yaitu mulai Tanggal 6-17 Mei 2021.

Seiring adanya kebijakan ini, menjadi hikmah tersendiri bagi pegawai yang berkerja di instansi vertikal, seperti Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Baturusa Cerucuk, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Seperti disampaikan Heru Santoso Kasi Program, BPDAS Babel, Jumat (9/4/2021).

Menurur Heru, sebagai pegawai negeri tentunya akan patuh pada kebijakan pemerintah berkaitan larangan mudik ini.

Heru yang berasal dari Yogyakarta ini, sudah tiga tahun tidak mudik lebaran.

Sehingga rasa kangen terhadap orang tua dan keluarga di kampung sangat dia rindukan.

"Kami kemungkinan tidak mudik, di sini saja apalagi ada larangan untuk mudik. Sudah dua tahun kami tidak mudik ke Yogyakarta, saya di sini ada istri serta anak," jelas Heru Santoso kepada Bangkapos.com, Jumat (9/4/2021).

"Ya tentu kangen dengan orang tua, tetapi rencana nanti pulang saat libur panjang sekolah saja. Sehingga tidak harus saat lebaran bertemu dengan keluarga di Yogyakarta," ucap Heru seraya mengaku sebenarnya memendam rindu pada keluarga di Pulau Jawa.

Intinya Heru mendukung kebijakan ini sebab tujuan pemerintah semata-mata untuk mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin menyebar luas.

"Kita syukuri saja kondisi ini, dengan tetap melaksanakan silaturahminya antar keluarga. Bisa dilakukan menggunakan telpon atau video call untuk saling menyampaikan kabar dan bermaaf-maafan," katanya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Fery Laskari
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved