Breaking News:

Safari Jumat di Desa Nyatoh, Gubernur Bangka Belitung Jadi Khatib Salat Jumat

Safari Jumat merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Gubernur Erzaldi.

Diskominfo Babel
Gubernur Erzaldi saat melakukan Safari Jumat dan sekaligus menjalin silaturahmi dengan masyarakat. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Safari Jumat merupakan salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Gubernur Erzaldi. Dengan melakukan Safari Jumat, maka gubernur dapat menjalin silaturahmi dengan masyarakat.

Pada Safari Jumat ini (09/04/2021),  Erzaldi mengajak para jemaah salat Jumat agar lebih memperkuat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah subhanahu wa taala, selalu memperbaiki diri dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Di kesempatan yang sama, Erzaldi juga bertindak sebagai khatib. Dirinya memberikan khotbah Jumat kepada masyarakat Desa Air Nyatoh, di Mesjid Al-A’raf dengan tema empat golongan manusia yang dirindukan surga.

Surga merupakan balasan, bagi ketaatan manusia, dimana tempat tersebut merupakan tempat terindah yang di janjikan Allah subhanahu wa taala sebagai tujuan akhir dari kehidupan yang dirindukan oleh Mukmin.

Golongan pertama yang dirindukan oleh surga adalah orang yang senantiasa membaca Alquran. Sesuai firman Allah subhanahu wa taala dalam Alquran Surat Fatir Ayat 29 yang berbunyi: 

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Alquran) dan melaksanakan salat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi.” (QS. Fatir:29)

Selain itu dikatakan sesuai sabda Rasulullah SAW, bahwa dengan membaca Alquran, akan diganjar 10 kebaikan pada setiap huruf yang dibaca. Selain itu, dengan membaca Alquran akan membawa ketenangan batin dan merasakan kasih sayang Allah subhanahu wa taala.

“Wajar bila surga merindukan orang yang senantiasa membaca Alquran sebab, sejak di dunia mereka sudah diberikan Allah ketenangan batin, kasih sayang-Nya, kecintaan-Nya, dan kemuliaan-Nya,” ujar Erzaldi.

Golongan kedua adalah, orang-orang yang senantiasa menjaga lidah atau lisannya. Ada berbagai dampak yang sangat luar biasa yang dapat diakibatkan oleh lidah.

“Lisan dapat menyebabkan pertengkaran antara suami-istri, antar kelompok, bahkan antar bangsa,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved